Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Garap Wisata Minat Khusus, Kemenparekraf Buat Katalog Jelajah Masjid

Kiki Oktaliani , Jurnalis-Rabu, 13 Desember 2023 |18:41 WIB
Garap Wisata Minat Khusus, Kemenparekraf Buat Katalog Jelajah Masjid
Masjid Raya Baiturrahman di Kota Banda Aceh. (Foto: bandaaceh.go.id/Hafid Junaidi)
A
A
A

INDONESIA banyak memiliki masjid di berbagai daerah. Selain tempat ibadah, ada sederet masjid yang punya keunikan atau daya tarik wisata baik dari sisi keunikan, keindahan arsitektur, hingga sejarahnya. Hal ini jadi potensi wisata minat khusus.

Deputi 6 Bidang Pengembangan Produk Wisata & Penyelenggaraan Kegiatan (Events) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuat katalog jelajah masjid yang dapat dijadikan panduan bagi para wisatawan.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan, Vinsensius Jemadu dalam Rapat Koordinasi Nasional Parekraf 2023 di The Trans Luxury, Bandung, Rabu (13/12/2023).

 BACA JUGA:

Vinsensius mengatakan bahwa kini terdapat tujuh produk wisata minat khusus yang tengah dikembangkan secara besar-besaran oleh Kemenparekraf di tahun 2024, diantaranya seperti wisata herritage, wisata halal, wisata bahari, wisata petualangan, wisata gastronomi, ekowisata dan wisata medis.

“Ada beberapa bentuk kegiatan yang sudah kita lakukan sebagai terjemahan dari berbagai produk minat khusus, antara lain dengan jelajah masjid kita sudah hasilkan suatu katalog untuk jelajah masjid atau wisata berbasis masjid,” ujarnya.

 Ilustrasi

“Di indonesia ini ada sekitar 800 ribu masjid dan kita sudah lakukan identifikasi mana saja masjid-masjid yang punya nilai historis, heritage, dan arsitektural yang punya selling poin bagi para wisatawan,” tambah Vinsensius.

 BACA JUGA:

Secara lebih lanjut, Vinsensius menyebutkan bahwa produk terbentuk dari tiga pilar utama yaitu atraksi wisata, fasilitas dan aksesibilitas di daerah tujuan wisata. Namun di dalam ketiga hal tersebut yang paling penting adalah experiential, emotional dan physical.

“Produk dikatakan berkualitas dan apa lagi berkelanjutan itu kalau sudah ada interaksi. Interaksi dengan pengunjung, masyarakat, dan memberikan dampak,” pungkas Vinsensiun.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement