Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pneumonia Misterius China Serang Anak-Anak, Masyarakat Diminta Waspada

Chindy Aprilia , Jurnalis-Selasa, 28 November 2023 |11:34 WIB
Pneumonia Misterius China Serang Anak-Anak, Masyarakat Diminta Waspada
Anak demam (Foto: Freepik)
A
A
A

PERALIHAN musim kemarau ke musim penghujan tampaknya sudah mulai terasa pada beberapa waktu terakhir. Untuk itu, menjaga imunitas agar tetap sehat serta tidak menurun diperlukan beberapa faktor untuk mengantisipasinya, terlebih saat ini adanya kasus pneumonia di China, masyarakat di Indonesia juga dihimbau untuk waspada terhadap penyakit tersebut.

Staf Teknis Komunikasi Transformasi Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Ngabila Salama menjelaskan virus tersebut kemungkinan disebabkan karena adanya virus seperti adenovirus, RSV, rinovirus, influenzae, parainfluenzae, Covid-19, dan mycoplasma. Maka dari itu, Ngabila pun memberikan langkah pencegahan yang dapat dilakukan masyarakat.

 demam

“Pencegahan perlu digalakan dengan dua cara yaitu perilaku hidup bersih dan sehat yang harus dikencangkan dan imunisasi rutin lengkap pada anak,” kata Ngabila kepada MNC Portal Indonesia, Selasa (28/11/2023).

Menurutnya, dengan melakukan perilaku hidup bersih dan sehat maka masyrakat bisa menggunakan masker ketika berada di keramaian, terutama ketika sedang sakit, rajin mencuci tangan dengan air mengalir serta menggunakan sabut.

Sedangkan untuk imunisasi rutin lengkap pada anak yaitu setidaknya terdapat 15 imunisasi gratis dari pemerintah, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang mana sudah disediakan juga vaksin Covid-19 pada usia 18 tahun ke atas secara gratis di Puskesmas dan RSUD terdekat.

“Anjuran vaksin influenza yang berbayar dan dilakukan secara mandiri juga perlu dilakukan mulai dari usia enam bulan ke atas, terutama juga untuk kelompok rentan (Balita, lansia, ibu menyusui, ibu hamil, dan tenaga kesehatan),” ucapnya.

Lebih lanjut, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta menuturkan meningkatnya sistem pelaporan individu secara real time pada kasus ISPA dan penumonia di kalangan anak-anak dan dewasa di seluruh fasilitas kesehatan membuat pemantauan untuk kondisi dan mendeteksi penyakit-penyakit baru dengan pemeriksaan laboratorium perlu dilakukan.

“Dengan memeriksakan pemeriksaan PCR atau panel virus misalnya kita bisa tau seseorang terkena virus apa dan mungkin satu orang karena kondisi imunitas yang buruk bisa terkena infeksi virus sekaligus dua atau lebih,” tutur Dinkes.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement