Selain berkurangnya interferensi memori (gangguan berupa informasi pada memori yang membuat individu kesulitan mengingat sesuatu), peneliti juga mendapati berkurangnya gejala depresi secara signifikan pada kelompok itu.
Krikorian menduga dampak positif stroberi dalam mengurangi risiko demensia adalah karena kandungan buah tersebut yang dapat mengurangi inflamasi otak pada individu, khususnya yang berusia paruh baya dan memiliki lemak abdominal yang berlebih.
“Dengan demikian, dampak baik yang kita lihat dari penelitian itu mungkin terkait dengan teredamnya inflamasi pada peserta uji yang mengonsumsi serbuk stroberi,” ucapnya.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.