MASA menyusui merupakan pengalaman yang berharga bagi ibu dan bayi. Memberikan Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif memiliki peran penting bagi pertumbuhan dan juga perkembangan bayi.
Menyusui memberikan banyak manfaat baik ibu maupun sang bayi, ASI memberikan nutrisi lengkap untuk bayi dan membantu mencegah penyakit.
Dikutip dari Children Hospital of Philadelphia, Rabu (15/11/2023) bahwa bayi yang tidak diberi ASI lebih banyak mengalami infeksi telinga dan diare dibandingkan bayi yang diberi ASI.
Bayi yang diberi ASI memiliki lebih sedikit kunjungan ke dokter anak untuk penyakit umum pada masa kanak-kanak, memiliki lebih sedikit alergi, risiko obesitas dan diabetes lebih rendah, risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) lebih rendah, dan IQ lebih tinggi dibandingkan bayi yang diberi susu formula.

Bagaimana Cara Memulainya?
Kendati proses menyusui terlihat mudah, namun sebagian ibu yang baru pertama kali memiliki momongan sedikit kebingungan akan hal ini.
Beberapa minggu pertama menyusui, bayi perlu sering menyusu untuk meningkatkan suplai ASI Anda. Kebanyakan bayi akan menyusu setidaknya delapan kali dalam periode 24 jam.
Penelitian terbaru menunjukkan bahwa bayi biasanya mendapat 11 sesi menyusui per hari jika Anda menghitung pemberian ASI pada setiap payudara secara terpisah. Jumlah sebenarnya dapat berkisar antara tujuh hingga 19 sesi setiap hari ketika setiap payudara dihitung sebagai menyusui.
Kunci keberhasilan menyusui adalah cara Anda memposisikan dan menempelkan bayi pada payudara. Anda sebaiknya menggendong bayi, perut ke perut, sehingga tidak ada jarak antara tubuh ibu dan bayi. Bayi harus menghadap payudara. Harap pastikan untuk tidak menekan bagian belakang kepala bayi.
Untuk pelekatan yang benar, bayi Anda perlu membuka mulutnya cukup lebar agar puting susu dan sebagian areola (area gelap di sekitar puting susu) masuk ke dalam mulutnya. Sudut mulut bayi harus berada pada sudut lebar dan bibir atas dan bawah harus berada di luar mulutnya.
Topang payudara Anda dengan tangan selama menyusui. Pastikan jari-jari Anda berada jauh di belakang areola dan pastikan untuk tidak menekan payudara Anda ke dalam. Posisi ini akan membantu bayi Anda mendapatkan ASI sebanyak-banyaknya dan kecil kemungkinan Anda mengalami nyeri pada puting.
(Leonardus Selwyn)