BANYAK orang sangat menyukai makanan manis sebab rasanya lezat dan bikin nagih. Apalagi makanan manis bisa bikin happy saat sedang bad mood.
Namun sejatinya terlalu sering mengkonsumsi makanan manis juga tidak baik untuk tubuh. Apalagi makanan dan minuman manis itu jika kebanyakam dikonsumsi bisa menyebabkan diabetes.
Dokter Spesialis Kecantikan, dr Nadia Alaydrus mengatakan, makanan manis harus diwaspadai, karena di dalam kandungan makanan manis dapat membuat seseorang ketagihan. Sedangkan dalam sehari tubuh hanya boleh menerima gula maksimal 50 gram, atau setara dengan empat sendok makan.

“Terlalu banyak konsumsi manis bisa meningkatkan risiko penyakit diabetes tipe dua, padahal menurut kemenkes batas asupan gula harian kita maksimal itu adalah 50 gram atau sebanyak empat sendok makan per hari dan menurut WHO itu cuman boleh 30 gram sehari,” kata dr Nadia, dikutip dalam akun TikTok miliknya @nadialaydrus.
BACA JUGA:
Bagi dr Nadia, sumber gula tidak hanya ditemukan pada makan makanan manis, tetapi juga bisa ditemukan pada hidden sugar seperti dari nasi, lauk pauk dan lain sebagainya. Namun jika sudah terjadi diabetes miletus, maka akan menjadi induk dari berbagai penyakit lainnya seperti penyakit stroke, jantung koroner, disfungsi ereksi, dan lain-lain.
Merujuk pada kondisi tersebut, dr Tirta selaku Dokter Umum sekaligus Healthy Educator menyarankan untuk penderita diabetes tipe dua alangkah lebih baik segera konsultasikan kepada dokter, dan mengkonsumsi obat-obatan herbal atau jamu seperti brotoali, mengkudu, kayu manis, kunyit, dan madu. Namun tidak lupa dengan tetap mengkontrol impact gula serta rutin berolahraga.
“Anda juga bisa minum obat-obatan herbal atau jamu seperti brotoali, mengkudu, kayu manis, kunyit, dan madu. Semuanya itu memiliki pernanan antioksidan dan bisa mengurangi gejala-gejala diabetes miletus,” ucap dr Tirta.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.