Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Apa Alasan Israel Menyerang Berbagai Rumah Sakit di Gaza?

Dyah Ratna Meta Novia , Jurnalis-Selasa, 14 November 2023 |15:20 WIB
Apa Alasan Israel Menyerang Berbagai Rumah Sakit di Gaza?
Israel bom Gaza. (Foto: Reuters)
A
A
A

TANK-TANK Israel dan pesawat-pesawat tempurnya membobardir berbagai rumah sakit di Gaza, dari Rumah Sakit Indonesia, hingga melaju menuju gerbang rumah sakit Rumah Sakit Al Shifa. Mereka tidak peduli para pasien, dokter, tenaga medis, dan penduduk sipil yang jadi korban kekejaman Israel.

Bahkan seruan Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, kalau rumah sakit harus dilindungi pun tidak dipedulikan.

 Gaza

Ashraf Al-Qidra, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Gaza, yang berada di Rumah Sakit Al Shifa menjelaskan, banyak pasien dan bayi meninggal akibat penyerangan ke rumah sakit dan kekurangan pasokan listrik.

 BACA JUGA:

Sejak tanggal 7 Oktober, pasukan Israel telah melakukan serangkaian pemboman udara di Jalur Gaza, menyebabkan tewasnya setidaknya 3.793 orang, yang sebagian besar adalah warga sipil.

Jumlah korban mencakup lebih dari 1.500 anak-anak, dengan sekitar 12.500 orang lainnya mengalami luka-luka. Selain itu, lebih dari 1.000 mayat masih terperangkap di bawah reruntuhan, demikian laporan Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza.

Lalu, apa alasan Israel menyerang berbagai rumah sakit?

Dilansir dari website resmi Amnesty International, pasukan zionis Israel melakukan tindakan keji dan tidak berprikemanusiaan didasari karena keinginan mereka untuk menghancurkan Hamas, kelompok pembela Palestina yang menjadi target mereka selama ini.

Mereka menggunakan segala cara untuk menghancurkan Hamas, termasuk menunjukkan ketidakpeduliannya terhadap warga sipil yang akhirnya terkena imbas dari bom dan serangan zionis Israel.

Bahkan Israel menuding Hamas membangun bunker di bawah RS Indonesia dan mengambil bahan bakarnya untuk melawan Israel. Tapi tudingan Israel itu tidak terbukti.

Agnès Callamard, Sekretaris Jenderal Amnesty International, menjelaskan bahwa "Dalam upaya mereka untuk menghancurkan Hamas, pasukan Israel dianggap telah menunjukkan ketidakpedulian terhadap nyawa warga sipil. Serangan mereka mengakibatkan kerusakan besar pada bangunan perumahan dan infrastruktur vital di Gaza, yang berdampak pada ketersediaan air, obat-obatan, bahan bakar, dan listrik.”

 BACA JUGA:

“Kesaksian dari saksi mata dan korban selamat menyoroti dampak serangan Israel yang menghancurkan keluarga Palestina, meninggalkan mereka hanya dengan puing-puing sebagai kenangan terhadap orang-orang yang mereka cintai," tambah Agnès.

Walaupun pasukan zionis Israel mengklaim hanya menyerang target militer, namun Amnesty International tidak menemukan bukti keberadaan pejuang atau target militer di sekitar beberapa serangan.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement