Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Kain Ulos, Kerajinan Batak yang Diberi Ganjar Pranowo sebagai Simbol Kesiapan Kerja

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Selasa, 14 November 2023 |09:05 WIB
Mengenal Kain Ulos, Kerajinan Batak yang Diberi Ganjar Pranowo sebagai Simbol Kesiapan Kerja
Ganjar Pranowo. (Foto: Instagram @ganjar_pranowo)
A
A
A

Kain Ulos Khas Batak

Ulos adalah pakaian warisan yang telah dikembangkan oleh masyarakat Batak di Sumatera Utara. Proses pembuatannya mirip dengan cara pembuatan songket khas Palembang, di mana keduanya menggunakan alat tenun manual tanpa bantuan mesin.

Ulos biasanya berwarna hitam, merah, kuning, dan putih, sering dihiasi dengan benang perak atau emas.

Sebagai sejenis selendang tenun khas Batak, ulos melambangkan hubungan kasih sayang yang erat antara orang tua dan anak-anaknya. Ulos tidak hanya simbol ikatan keluarga, tetapi juga berfungsi sebagai pemanas tubuh.

Dalam tradisi Batak, ada tiga sumber utama kehangatan bagi manusia, yaitu matahari, api, dan ulos.

Di antara ketiganya, ulos dihargai karena kenyamanannya, kemampuannya memberikan kehangatan, serta efek menyenangkan yang ditawarkannya bagi tubuh dan perasaan.

Sejarah Kain Ulon

Dulu, nenek moyang suku Batak dikenal sebagai masyarakat pegunungan karena mereka tinggal dan bercocok tanam di daerah pegunungan. Tinggal di dataran tinggi berarti mereka harus menghadapi cuaca dingin yang ekstrem. Sebagai respon terhadap kondisi ini, ulos ditemukan dan dibuat.

Awalnya, mereka mengandalkan matahari dan api untuk melawan dingin.

Namun, matahari sering kali tertutup awan dan mendung di siang hari, sementara pada malam hari cuaca dingin semakin intens dan penggunaan api terbatas, terutama saat tidur karena risiko kebakaran.

Oleh karena itu, nenek moyang suku Batak mencari alternatif yang lebih aman dan praktis untuk mengatasi masalah ini.

Dari situ, ulos lahir sebagai solusi budaya dari suku Batak untuk menyediakan kehangatan.

Seiring berjalannya waktu, ulos tidak hanya berfungsi untuk menghangatkan tubuh, tetapi juga telah berkembang menjadi simbol penting dalam berbagai aspek kehidupan orang Batak, khususnya sebagai lambang kasih sayang antara orang tua dan anak-anaknya.

(Endang Oktaviyanti)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement