WARGA Palestina terus berlindung dari rentetan serangan yang dilakukan oleh tentara Israel. Tak hanya itu, mereka juga harus melawan berbagai macam penyakit yang siap mengintai.
Ketua Presidium MER-C dr. Sarbini Abdul Murad mengatakan saat ini banyak masyarakat Palestina yang mengalami infeksi karena tidak adanya antibiotik yang kuat.
"Pemakaian jarum suntik yang berkali-kali, sekarang sudah infeksi. Luka-luka korban yang tumbuh belatung juga ada karena penanganan yang tidak baik," tutur dr Sarbini dalam webinar baru-baru ini.
Selain itu, penyakit yang akan mengintai para pengungsi ini adalah poliuria. Poliuria adalah kondisi ketika seseorang buang air kecil lebih sering dibanding hari biasanya.

"Ini karena menumpuknya warga pengungsi di rumah sakit, MCK bermasalah, BAK bermasalah, dikhawatirkan terjadi Poliuria. Tawakal lah, kita nggak tau mau bilang apa lagi, dengan kondisi kayak gini," tuturnya.
Di sisi lain, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Prof DR dr Idrus Paturusi, SpB, SpOT(K) mengaku sangat prihatin karena kondisi di Palestina kesulitan air bersih.
"Saya lihat di televisi air buat minum aja susah apalagi buat membersihkan diri. Kalau dilihat dimana tempat toilet barangkali sembarang, kemudian kalau dilihat obat-obatan ala kadarnya aja, tidak ada yang sesuai aturan karena sangat kurang," ucap dr Idrus.
Dokter yang sempat bertugas di perang Kandahar Afghanistan ini mengatakan dirinya mendapat informasi dari Palang Merah Indonesia (PMI) bahwa Indonesia sudah mengirim obat-obatan yang cukup banyak.
"Tapi bisa masuk (Palestina) atau tidak itu belum tahu. Kita lihat, kita tinggal berdoa kalau lihat situasi dan kondisi di sana sangat memprihatinkan," tutup dr Idrus.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.