Menariknya dari para seniman itu juga ada beberapa disabilitas tuna rungu dari mahasiswa Universitas Brawijaya Malang yang ikut menghias dinding lahan kosong itu. Salah satu seniman Rumaisho Azzahro menyatakan, ia mengikuti lomba mural ini karena memang sudah sejak kecil tertarik dengan seni lukis.
"Tahunya dari grup WhatsApp, memang suka menggambar. Jadi ini menambah pengalaman berkompetisi juga, kebetulan ini ada dua teman juga yang sama-sama disabilitas tuna rungu," ucap Rumaisho, atau yang kerap disapa Ocha.
(Foto: Avirista Midaada/MPI)
Bagi Ocha, meski timnya merupakan peserta disabilitas satu-satunya tak membuat canggung bersaing melawan seniman lain dengan kondisi normal. Terlebih antara ia dan dua temannya yakni Aditya Daffa Auli dan Zulfiana, juga saling memberikan semangat sesama disabilitas.
"Kami mahasiswa Universitas Brawijaya Fakultas Ilmu Budaya, tapi beda jurusan. Ya kita ingin meraih hasil maksimal dan nambah pengalaman," ujar mahasiswi asal Demak, Jawa Tengah ini.
Kegiatan mural ini sejatinya bertujuan mempercantik kawasan wisata Kayutangan Heritage, terlebih di lahan kosong seluas 750 meter persegi tersebut kini difungsikan kembali untuk area parkir tamu hotel. Sehingga dengan adanya lukisan mural ini membuat pengunjung tertarik.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.