Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Misteri Asal-usul Kota Gaib Saranjana di Kalimantan, Ternyata Pernah Tercatat di Peta Belanda

Cita Zenitha , Jurnalis-Kamis, 09 November 2023 |09:01 WIB
Misteri Asal-usul Kota Gaib Saranjana di Kalimantan, Ternyata Pernah Tercatat di Peta Belanda
Nama Saranjana tercatat dalam peta Hindia Belanda, namun lenyap dan tidak terdaftar di peta Indonesia (Foto: Salomon Muller)
A
A
A

KOTA gaib nan megah Saranjana di Kalimantan Selatan ternyata pernah tercatat di peta Hindia Belanda.

Nama Saranjana awalnya mengemuka setelah foto wanita dengan latar belakang kota gaib nan megah di Kalimantan Selatan pada malam hari viral di media sosial.

Wanita itu sedang berfoto di sebuah balkon Bukit Mamake, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Di belakang wanita terlihat jelas lampu kota yang tampak remang di malam hari.

Padahal, menurut wanita itu, di belakangnya tidak ada kota atau pemukiman sama sekali.

Warganet berasumsi bahwa pemandangan itu adalah sebuah kota gaib misterius yang ada di Kalimantan. Lantas apa nama kota gaib tersebut?

Menurut keterangan warga lokal, nama kota gaib di Kalimantan Selatan itu ialah Kota Saranjana. Kota ini memiliki beberapa versi mengenai lokasinya.

Penampakan Kota Gaib Saranjana

(Foto: dok. pribadi/dr. Devi Puspita Sari)

Salah satunya menyebutkan bahwa Kota Saranjana terletak di Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Versi lainnya menyebutkan bahwa kota ini berada di Teluk Tamiang, Pulau Laut. Namun, versi yang lebih tegas menyebutkan bahwa lokasi Kota Saranjana berada di Desa Oka-Oka, Kecamatan Pulau Laut Kelautan, Kalimantan Selatan.

Asal-usul nama 'Saranjana' sendiri masih menjadi misteri. Namun, kota ini muncul dalam peta zaman kolonial Hindia Belanda, seperti peta yang dibuat oleh Salomon Muller pada tahun 1845.

Peta tersebut menunjukkan adanya wilayah yang disebut 'Tandjong (hoek) Serandjana' atau Tanjung Saranjana. Lokasi ini terletak di sebelah selatan Pulau Laut, berbatasan dengan wilayah Poeloe Kroempoetan dan Poeloe Kidjang.

Belum diketahui pasti apakah Salomon Muller pernah mengunjungi Tandjong Serandjana sebelum memetakannya. Keberadaan Kota Saranjana juga disebutkan dalam kamus karya Pieter Johannes Veth pada tahun 1869.

Sejarawan dari Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Mansyur, mengaitkan Saranja dengan legenda Gunung Sebatung. Dikisahkan, Pulau Laut dikuasai oleh Kerajaan Halimun yang dipimpin oleh Raja Pakurindang.

Raja ini memiliki dua anak, yaitu Sambu Ranjana dan Sambu Batung. Kedua putrinya sering sekali bertengkar.

Untuk mengakhiri pertengkaran mereka, sang raja membagi kekuasaan di antara kedua anaknya.

Lokasi Diduga Kota Gaib Saranjana

Lokasi diduga Kota Saranjana (Foto: Instagram/@mwvmystic)

Sambu Batung menguasai alam manusia yang berubah menjadi Gunung Sebatung, sementara Sambu Ranjana membangun Kota Saranjana sebagai kota gaib.

Meski begitu, keberadaan kota gaib Saranjana sampai detik ini masih menyisakan misteri. Beberapa orang yang mengaku pernah masuk ke kota itu mengatakan bahwa Kota Saranjana bukan kota sembarangan.

Di sana konon dihuni makhluk gaib dari golongan jin dengan teknologi serba maju, jauh di atas teknologi manusia. Di kota itu juga banyak berdiri gedung pencakar langit berlapis emas dan kendaraan mewah yang tidak pernah dilihat sebelumnya di alam manusia.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement