TEMBOK raksasa China diketahui merupakan salah satu bangunan ikonik yang sudah menjadi warisan dunia.
Kendati demikian, China kabarnya akan membangun tembok raksasa lagi untuk menghadapi ancaman pasang air laut imbas perubahan iklim.
Sekadar informasi, perubahan iklim telah menaikkan rata-rata permukaan laut global sekitar 24 cm sejak tahun 1880, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA). Kondisi ini disebabkan oleh mencairnya gletser dan lapisan es.
Dan karena masalah ini, garis pantai China menjadi sangat rentan. Bahkan dilaporkan China sudah terkena dampak kenaikan permukaan air laut serta mengalami peningkatan yang jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata global.
(Foto: dok. pribadi/Abraham Amor)
Kenaikan permukaan air laut ini tentu mengancam kehidupan manusia di Negeri Tirai Bambu.
Terlebih pesisirnya juga merupakan rumah bagi jutaan orang seperti di wilayah Shanghai, Shenzhen, Guangzhou, Dongguan, dan Hong Kong.
Beberapa kota di China kabarnya telah bersiap menghadapi masalah tersebut dengan membangun sistem drainase yang lebih baik, lahan basah buatan, penyimpanan bawah tanah, dan membangun tembok besar baru yang membentang jauh.