CACAR monyet terus menjadi perbincangan hangat publik. Setiap harinya pemberitaan kasus tentang monkeypox terus dilakukan update, agar masyarakat juga mengetahui lebih lanjut tentang kondisi penyakit yang saat ini dikabarkan terus mengalami peningkatan.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus Konsultan Penyakit Tropik dan Infeksi, dr Robert Sinto, Sp. PD, K-PTI menjelaskan lebih lanjut pada pain management pada kebanyakan kasus terletak pada mukosa yang sifatnya bisa mengganggu fungsi contohnya miokarditis dan epiglotitis.
“Manivestasi daripada organ itu bisa beragam. Nah ini menunjukkan monkeypox bukan penyakit kulit saja, jadi emang entrynya ada di kulit, manivestasinya kulitnya ada. Tapi kita bisa lihat banyak organ yang terkena respirasi, saluran pernapasan, saluran cerna, sistem saraf pusat,” kata dr Robert, dikutip dalam acara Webinar Tatalaksana Monkeypox.
Untuk itu dalam kata lain, penyakit monkeypox memiliki sifat sistemik yang mana bukan hanya terlokalisit di kulit saja. Sehingga pendekatan yang harus dilakukan juga harus multidisiplin dengan melibatkan berbagai bidang keilmuan.
BACA JUGA:
Lebih lanjut, kalau dilihat memang kematian dekat dengan urusan CD4 dan viral load. Semakin tinggi CD4 maka angka kematian semakin kecil. Jadi memang ada kaitan kematian dengan CD4 dan viral load pada pasien monkeypox dan HIV.
“Bahkan ini beberapa gambaran yang terjadi pada HIV dengan keadaan CD4 yang rendah, bisa berlangsung sampai 96 hari dan melukai banyak organ, seperti pada paru dan saluran cerna,” ucap dr Robert.
Dokter Robert pun mengingatkan seklai lagi kepada seluruh masyarakat agar berhati-hati kepada penyakit khususnya yang bersifat sistemik, karena hal itu bisa semakin memperparah keadaan.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.