Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Perbedaan Isi Lenting Cacar Monyet dan Cacar Air, Masyarakat Wajib Paham!

Wiwie Heriyani , Jurnalis-Rabu, 01 November 2023 |18:32 WIB
Perbedaan Isi Lenting Cacar Monyet dan Cacar Air, Masyarakat Wajib Paham!
Perbedaan cacar monyet dan cacar air. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

KEPALA Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Bandung, dr. Ira Dewi Jani turut mengungkapkan sejumlah fakta terkait bertambahnya kasus cacar monyet atau monkeypox (Mpox) di Jawa Barat.

Salah satunya fakta terkait persamaan gejala antara cacar monyet dengan cacar air. Ira menyebutkan, MPox sebenarnya mirip cacar air, dan bisa dinyatakan sembuh jika sudah tidak menularkan lagi.

“Seperti keropengnya sudah rontok dan hanya tersisa bekas. Penularannya pun melalui skin to skin,” ujar dr. Ira, dilansir dari laman resmi Humas Kota Bandung, Rabu, (1/11/2023).

Dokter Ira menjelaskan, hal yang menjadi perbedaan antara cacar monyet dengan cacar air adalah isi dari cacar tersebut. Cacar air berisi air, sedangkan cacar monyet cenderung berisi nanah.

"Bedanya kalau cacar air itu isinya air. Sedangkan monkeypox ini isinya nanah,” tutur dr. Ira.

Meski begitu, dr. Ira memastikan bahwa proses penyembuhan cacar monyet terbilang cepat tergantung imun dari pasien. Jika sudah tidak ada keluhan yang berarti, pasien cacar monyet biasanya akan sembuh dalam kurun waktu dua minggu.

Cacar Monyet

“Kalau sudah tidak ada keluhan yang sangat menggangu, bisa dua minggu sembuh. Tapi, kalau imunnya rendah, bisa lebih lama," kata Ira.

Sebagai informasi, kasus cacar monyet atau Mpox saat ini tidak hanya bertambah di DKI Jakarta, namun juga di kawasan Jawa Barat. Tercatat, terdapat satu orang dinyatakan positif dan dua orang lainnya diduga kuat terjangkit atau suspek.

Kepala Dinkes Jabar menyebut dua kasus suspek ini ditemukan pada, Senin 31 Oktober 2023 malam. Adapun satu orang yang dinyatakan positif hingga kini masih dalam perawatan RSHS.

dokter Ira juga mengimbau bagi orang yang memiliki kontak erat dengan pasien monkeypox sebaiknya hindari bersentuhan secara langsung. Pasien juga bisa mencegah penularan dengan menggunakan baju panjang, asal jangan tergesek kulit untuk menghindari infeksi sekunder.

"Sebab kalau kena lesinya itu, penularannya bisa lebih cepat. Kalau kulit keropengnya yang terbang lalu menempel di kulit orang, itu bisa menular juga tapi sebenarnya harus dalam jumlah banyak,” katanya.

Menurut Ira, monkeypox tidak hanya bisa menular dengan berhubungan seksual. Selama seseorang melakukan sentuhan kulit dengan pasien monkeypox seperti bersalaman, potensi penularannya juga bisa terjadi.

Bahkan jika orang tersebut pernah terkena cacar air, bukan berarti mereka kebal terhadap cacar monyet atau monkeypox.

"Kalau masalah jenis virus, ini ortopox. Kalau misal ada yang sudah pernah kena cacar air, dia masih bisa tertular cacar monyet," ucapnya.

Oleh karena itu, demi bisa memutuskan mata rantai penularan, Ira mengimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta rajin cuci tangan.

"Kalau harus mengurus orang-orang dengan monkeypox, bisa pakai handscoon, tidak bersentuhan kulit dengan kulit secara langsung. Setelah itu langsung cuci tangan," tuturnya.

"Tingkatkan daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit. Barang-barang tidak dipakai bersama, tidak tidur dan makan bersama," katanya.

Meski harus waspada, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dengan adanya kasus positif monkeypox di Kota Bandung. Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah masyarakat secara dini mengenali tanda dan kecurigaan Mpox.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement