Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

5 Fakta Menarik Purbalingga, Kabupaten Sentra Bulu Mata yang Dikunjungi Ganjar Pranowo

Royandi Hutasoit , Jurnalis-Selasa, 31 Oktober 2023 |21:16 WIB
5 Fakta Menarik Purbalingga, Kabupaten Sentra Bulu Mata yang Dikunjungi Ganjar Pranowo
Wisata Sanggaluri Park di Purbalingga, Jawa Tengah. (Instagram @sanggaluri)
A
A
A

MENGULAS fakta-fakta menarik tentang Purbalingga, kabupaten di Jawa Tengah yang dikunjungi calon presiden Ganjar Pranowo, pada Senin 30 Oktober 2023.

Setelah mengikuti haul ulama kharismatik KH Hisyam Abdul Karim, Ganjar Pranowo dan istrinya, Siti Atikoh, mengunjungi Desa Karangpucung untuk mengamati pertanian melon hidroponik yang dibudidaya warga.

Setelah melakukan peninjauan bersama Wakil Ketua Bidang Pertanian, Ganjar Pranowo melanjutkan dengan sesi makan bersama bersama seluruh warga Desa Karangpucung.

Dalam kunjungannya di Purbalingga, Ganjar dan Atikoh tampak sangat menikmati Kabupaten ini dan bahkan bersedia hadir dalam berbagai acara selama sehari penuh.

Namun, perlu diketahui bahwa Kabupaten Purbalingga memiliki fakta menarik yang mungkin menjadi alasan mengapa

Ganjar dan Atikoh tidak merasa lelah selama kunjungan tersebut.

Berikut adalah beberapa fakta menarik tentang Kabupaten Purbalingga!

5 Fakta Menarik tentang Kabupaten Purbalingga

1. Sejarah Asal-usul Nama Purbalingga

Kabupaten Purbalingga memiliki sejarah yang menarik terkait asal usul namanya. Ada beberapa versi sejarah yang berkaitan dengan nama Purbalingga.

Salah satunya menyatakan bahwa kata "Purbalingga" berasal dari gabungan dua kata, yaitu "purba" yang berarti kuno atau zaman dahulu, dan "lingga" yang merujuk kepada arca atau patung, yang memiliki makna objek pemujaan, terutama dalam kepercayaan Hindu.

Kata "lingga" sering kali merupakan singkatan dari "Siwalingga" yang merupakan simbol alat kelamin Batara Siwa dan melambangkan kesuburan.

 Ilustrasi

Ganjar Pranowo

Versi lain mengaitkan nama ini dengan dua tokoh, Kyai Purbasena dan Kyai Linggasena, yang dianggap sebagai cikal bakal terbentuknya Purbalingga. Interpretasi nama Purbalingga ini mengindikasikan bahwa wilayah ini mengandung banyak warisan budaya dari masa purba.

2. Sentra Industri Bulu Mata Terbesar

Purbalingga dikenal sebagai pusat industri bulu mata palsu (eye-lash) dan juga rambut palsu atau wig, serta sanggul terbesar di Indonesia.

Sudah sejak belasan tahun lalu, Purbalingga menjadi sentra industri bulu mata palsu dan produk rambut palsu terbesar di Tanah Air.

Pasar terbesar untuk produk-produk ini adalah Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Keunggulan Purbalingga terletak pada produksi yang berbasis keterampilan tangan (handmade), menghasilkan produk bulu mata palsu dengan kualitas tinggi.

 Ilustrasi

Meskipun bersaing dengan produsen serupa dari Tiongkok yang menawarkan harga lebih rendah, Purbalingga tetap unggul dalam hal kualitas produknya.

Dengan demikian, produk bulu mata palsu dari Purbalingga memiliki daya saing tinggi di pasar global.

 BACA JUGA:

3. Kuliner Khas yang Menarik

Kabupaten Purbalingga memiliki beragam kuliner khas yang menarik. Salah satunya adalah mendoan, yang merupakan camilan berbahan dasar tempe.

Proses pembuatan mendoan dimulai dari pembuatan tempe itu sendiri, sehingga mendoan Purbalingga memiliki cita rasa yang khas dan berbeda dari mendoan lainnya.

Selain itu, terdapat pabrik permen Davos yang terkenal sejak tahun 1991. Oleh-oleh khas lainnya adalah kacang mirasa, yang memiliki tampilan gosong mirip kacang kulit pedesaan namun memiliki rasa yang membuat ketagihan.

Ada juga sroto, variasi soto khas Purbalingga dan Banyumas, yang memiliki perbedaan dalam sambal kacang yang pedas dan cita rasa ketupat. Kuliner khas lainnya meliputi buntil, sate Blater, es durian, dan kue nopja.

4. Keindahan Geografis yang Mempesona

Purbalingga memiliki lanskap alam yang sangat memukau. Terletak di tengah-tengah rangkaian pegunungan dengan sungai-sungai yang melintas, kabupaten ini menawarkan pemandangan yang tak terlupakan.

Di sebelah utara, terdapat Dataran Tinggi Dineg yang menawan serta Gunung Slamet yang menjulang gagah di cakrawala. Pemandangan ini memberikan nuansa ketenangan dan keindahan yang tak terlupakan.

Di sebelah selatan Purbalingga, terhampar Sungai Serayu dan beberapa anak sungainya yang mengalir dengan indah. Sungai seperti Kali Gintung, Kali Pekacangan, dan Kali Klawing menambah pesona alam di daerah ini.

Gemerlapnya aliran air di tengah pemandangan alam yang memesona menciptakan suasana yang menenangkan bagi para pengunjung.

Keindahan alam Purbalingga menjadi destinasi yang sangat direkomendasikan bagi mereka yang mencari ketenangan dan ingin menjelajahi keajaiban alam yang mempesona.

5. Komunitas Film Independen yang Berkualitas

Purbalingga juga dikenal memiliki Komunitas Film Independen yang diakui di tingkat nasional.

Mereka telah meraih penghargaan dalam berbagai ajang perfilman nasional dan menggelar Purbalingga Film Festival (PFF) secara rutin, terutama dalam kategori film pendek.

Meskipun pandemi COVID-19 memengaruhi berbagai kegiatan, Purbalingga Film Festival yang telah berlangsung sejak

tahun 2006 tetap berjalan dengan penerapan protokol kesehatan.

Pada tahun 2010, sebuah film pendek berjudul 'Pigura', yang dibuat oleh dua pelajar SMP asal Purbalingga, Darti dan Yasin, berhasil meraih Piala Citra di Festival Film Indonesia (FFI) 2010, kategori film pendek. Film pendek telah lama menjadi bagian dari kurikulum sekolah di Purbalingga.

Dengan semua hal menarik ini, Purbalingga menawarkan pengalaman yang luar biasa untuk para pengunjung yang ingin menjelajahi sejaah, budaya, kuliner, dan keindahan alamnya. Tidak mengherankan apabila Ganjar Pranowo dan Siti Atikoh betah untuk menghabiskan waktu disana.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement