JAMBORE Stroke Indonesia kembali digelar untuk kedua kalinya. Setelah sukses dilaksanakan di Yogyakarta, kali ini Jambore Stroke mengusung tema ‘Menuju Indonesia Ramah Stroke'.
Yayasan Stroke Indonesia (Yastroki) mengajak masyarakat luas terkait pentingnya mengenali tanda dan gejala stroke hingga cara pencegahan yang baik.
Diketahui bahwa penyakit stroke sendiri kini menjadi penyakit yang menyebabkan kematian dengan peringkat nomor satu di Indonesia, dengan persentase 19,7 persen dari penyebab kematian. Berdasarkan survei Riskesdas 2013, tujuh dari 1000 orang adalah penderita stroke, angka ini kemudian meningkat di 2018, menjadi 11.
“Tujuan dari Jambore kedua tentunya, ingin selalu mengajak masyarakat dan semua stakeholder untuk bersatu padu bagaimana mencegah stroke yang baik. Kita harus selalu waspada, karena stroke dari tahun ke tahun terus meningkat. Oleh karena itu, kita harus melakukan suatu upaya yang efektif tentunya dan efisien untuk meningkatkan pencegahan,” ujar Ketua Yastroki, Mayjen TNI (Purn) Dr. dr. Tugas Ratmono Sp.S. MARS.MH di taman lapangan Banteng, Minggu (29/10/2023).

Lebih lanjut, dr. Tugas menjelaskan bahwa dengan hadirnya Yastroki ini dalam membantu pemerintah, bersama dengan stakeholder lainnya untuk meningkatkan promotif dan preventif. Disamping itu pun untuk mendorong Rumah Sakit untuk meningkatkan pelayanan stroke dengan baik khususnya yang akut atau yang baru terjadi.
Kegiatan Jambore kedua di Jakarta ini telah dilaksanakan sejak Minggu 29 Oktober 2023 pagi hingga malam hari dan diisi dengan berbagai rangkaian acara yang melibatkan seluruh unsur yang peduli stroke. Mulai dari mantan penderita stroke, tenaga medis, serta stakeholder terkait.
Stroke disebut sebagai silent killer atau penyakit yang awalnya tidak menampakkan gejala.
“Stroke bisa terjadi kapanpun, siapapun bahkan dalam usia muda sekalipun. Sehingga menjadi suatu bencana dan suatu kedaruratan. Stroke bisa mengalami gejala yang berat hingga kematian,” tutur Dr. dr. Tugas.
Baik stroke atau stroke ringan (Transient Ischaemic Attack) keduanya harus sama-sama dicermati karena dari stroke ringan bisa menjadi resiko terjadinya stroke di kemudian hari. Gejala yang terjadi dari kedua kondisi ini memang memiliki kesamaan seperti gangguan fungsi otak baik sensorik, motorik, maupun kognitif.