Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bencana Kelaparan Terjang Warga Papua Pegunungan, Ini Bahayanya jika Tidak Segera Diatasi

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Senin, 30 Oktober 2023 |15:10 WIB
Bencana Kelaparan Terjang Warga Papua Pegunungan, Ini Bahayanya jika Tidak Segera Diatasi
Bencana kelaparan landa warga Papua Pegunungan. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

MASYARAKAT di Distrik Amuma, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan diketahui mengalami bencana kelaparan. Akibat bencana tersebut dikabarkan sebanyak 23 orang meninggal dunia dan 12 ribu warga di 13 kampung ikut terdampak.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid menjelaskan jika bencana kelaparan itu terjadi dalam waktu panjang akan menyebabkan kekurangan gizi bahkan gizi buruk.

“Kalau kelaparan berkepanjangan, akan terjadi kekurangan gizi, gizi kurang bahkan gizi buruk,” kata dr Nadia kepada MNC Portal, Senin (30/10/2023).

Merangkum dari laman resmi Kemenkes, gizi buruk merupakan kondisi di mana tubuh tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk pertumbuhan, perkembangan, dan fungsi tubuh yang optimal.

Bencana kelaparan

Pada masa bayi dan balita, biasanya kondisi ini sangat kritis karena masa tersebut adalah periode penting pertumbuhan otak, organ tubuh, dan pembentukan sistem imun.

Penyebabnya itu sendiri bervariatif dan sangat kompleks seperti ketidakcukupannya makanan, infeksi berulang, kurangnya pengetahuan tentang gizi, faktor sosial ekonomi, serta ketidakcukupan air bersih dan sanitasi lingkungan.

Jika hal tersebut terjadi, maka tidak menutup kemungkinan kalau gejala seperti berat badan rendah, stunting, kulit kering, lemah, lesu, serta sistem imun yang rendah pun akan muncul. Untuk itu dr Nadia mengatakan intervensi perlu segera dilakukan ketika bencana kelaparan terjadi.

“Kalau kelaparan harus segera di intervensi,” ucap dr Nadia.

Cara untuk mencegah terjadinya gizi buruk yaitu dengan meningkatkan pengetahuan edukasi masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, mencegah infeksi dengan melakukan vaksinasi, mengurangi hambatan ekonomi dan logistik dalam mendapatkan makanan bergizi, dan melakukan sanitasi yang baik.

Namun, apa yang harus dilakukan ketika gizi buruk sudah terjadi?

Kemenkes berpendapat kalau pengobatan yang dapat dijalani bisa berupa pemberian nutrisi pemberian antibiotik atau obat jika diperlukan, memastikan semua nutrisi terpenuhi, dan melakukan pendampingan konseling gizi kepada orangtua atau wali tentang gizi anak.

Karena jika tidak langsung ditangani, benerapa komplikasi pun bisa terjadi seperti pertumbuhan anak terhambat, penyakit kronis (jantung, diabetes, dan kondisi lain) akan muncul di kemudian hari, masalah kognitif akan terganggu, bahkan dalam kasus yang sangat parah dapat menyebabkan kematian.

(Leonardus Selwyn)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement