SUKA minum air putih merupakan salah satu cara yang baik untuk membuat tubuh tetap sehat dan terjaga di tengah kondisi yang tidak menentu. Akan tetapi, ada sebagian dari masyarakat yang terkadang merasa mual setiap kali minum air putih, sehingga membuatnya tidak doyan minum.
Perawat sekaligus Helathy Educator Rizal Do menjelaskan kemungkinan hal itu terjadi karena beberapa faktor. Misalnya kondisi air yang kurang bersih, air terkontaminasi, sumber air kotor, suhu air kurang pas, dan lain-lain.
BACA JUGA:
“Coba cek apakah airnya kurang bersih? Terkontaminasi? Dapat dari sumber yang kotor? Kurang mineral alias air kosongan? Suhu airnya kurang pas?,” ucap Rizal Do, dikutip dalam akun X miliknya @afrkml.
Di sisi lain, adapun beberapa hal yang mungkin bukan dari air penyebabnya misalnya minum dalam kondisi terburu-buru atau terlalu cepat, minum dalam kondisi terlalu banyak, punya penyakit lambung, refluks, sedang tidak enak badan, dan lain-lain.
Untuk itu melatih kebiasaan minum air putih perlu dilakukan. Rizal Do mengatakan cara yang dapat dilakukan seperti minum dalam frekuensi sedikit demi sedikit, tidak minum dalam segelas penuh.
“Intinya bukan pada seberapa banyak air yang diminum, tapi mainin frekuensi,” ucapnya.
BACA JUGA:
Menurut Kemenkes, didalam tubuh manusia memiliki lebih dari 50 Persen air, yang tanpa manusia sadari jika kekurangan asupan cairan maka akan membuat tubuh mengalami dehidrasi. Normalnya seseorang mengkonsumsi air delapan hingga sembilan gelas setiap hari atau setara dengan 1500-2000 ml/hari yang membuat kebutuhan air menjad terpenuhi.
Selain dapat menyehatkan tubuh, manfaat lainnya dalam air putih adalah melancarkan BAB, mencegah peningkatan berat badan, mencegah dehidrasi, dan membantu menghilangkan racun dalam tubuh, serta meningkatkan konsentrasi.
Akan tetapi hal itu juga perlu didukung dengan air putih yang sehat dengan ciri-ciri tidak berbau, jernih, tidak memiliki rasa, tidak ada kotoran, tidak mengandung bakteri dan zat beracun. Tidak lupa Kemenkes juga menyarankan untuk meminum air putih di waktu yang tepat misalnya ketika bangun tidur, sebelum dan sesudah makan, sebelum dan sesudah berolahraga, waktu sore, waktu malam atau sebelum tidur.
(Dyah Ratna Meta Novia)