KASUS cacar monyet alias monkeypox di Jakarta menimbulkan kekhawatiran sendiri di hati masyarakat. Banyak masyarakat yang takut tertular penyakit tersebut.
Namun, sebelum panik, ada baiknya agar masyarakat memahami dulu gejala cacar monyet. Sebab masih banyak masyarakat yang tidak bisa membedakan gejala cacar monyet dengan gejala cacar air biasa.
Lantas, apa saja sih perbedaan antara gejala cacar monyet dengan cacar air biasa?
Merangkum dari laman resmi Dinas Kesehatan Pemerintah Privinsi Surakarta, Rabu (25/10/2023) secara sekilas, gejala yang ditimbulkan oleh cacar monyet memang sangat mirip dengan cacar air. Meski demikian, keduanya memiliki perbedaan yang mendasar.
Ditinjau dari asal penyebabnya, cacar monyet disebabkan oleh virus monkeypox yang berasal dari genus (marga) Orthopoxvirus. Sementara, cacar air diakibatkan dari infeksi virus yang bernama varicella-zoster.
Lalu, virus yang menginfeksi monkeypox sifatnya zoonosis, di mana virus ini bisa menular dari hewan ke manusia maupun sebaliknya. Selain itu cacar monyet juga bisa menular dari manusia ke manusia. Sementara pada cacar air hanya bisa menyebar dari manusia ke manusia.
Mengenai gejala yang dikeluhkan penderita cacar monyet antara lain diawali dengan demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembengkakan kelenjar getah bening), nyeri punggung, nyeri otot dan lemas.
Limfadenopati dapat dirasakan di leher, ketiak atau selangkangan. Selain itu, muncul pula ruam pada kulit yang biasanya muncul pada wajah dan mulut terlebih dahulu, setelah itu menyebar ke seluruh tubuh.