Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kental Mitos Pesugihan, Begini Asal-usul Pesarean Gunung Kawi yang Bernuansa Tionghoa

Avirista Midaada , Jurnalis-Jum'at, 20 Oktober 2023 |12:02 WIB
Kental Mitos Pesugihan, Begini Asal-usul Pesarean Gunung Kawi yang Bernuansa Tionghoa
Pesarean Gunung Kawi yang kental mitos pesugihan (Foto: MPI/Avirista Midaada)
A
A
A

Sebagai bentuk penghormatan kepada kedua leluhur inilah, pesarean dibangun pada 1871. Gerbang megah di kompleks masuk pemakaman menjadi buktinya.

Sayang wisata di makamnya tidak dibuka setiap jam. Pengunjung hanya diizinkan masuk ke dalam pesarean pada pukul 07.30-11.00 WIB, dilanjutkan pukul 13.30-16.00 WIB, dan malam hari pukul 19.30-22.00 WIB.

"Biasanya kalau ramai-ramainya itu malam Jumat legi ke sini, terus malam satu suro, natalan, tahun baru (Imlek), hari raya," bebernya.

Pesarean Gunung Kawi

(Foto: MPI/Avirista Midaada)

Dirinya menambahkan, perpaduan antara wisata religi, budaya, dan sejarah menjadikan Pesarean Gunung Kawi kerap kali dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara.

Bahkan tak sedikit wisatawan mancanegara disebut Kadir, berdatangan untuk sekedar datang ke klenteng dan penasaran dengan klenteng yang dibangun oleh salah satu pengusaha dan orang terkaya di Indonesia.

"Wisatawan banyak, ada yang dari luar negeri Singapura, Taiwan, Malaysia, Hongkong, banyak di sini mancanegara sudah," kata dia.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement