KUE ape merupakan camilan khas Betawi yang mudah ditemui di Ibu Kota dan sekitarnya mulai dari pinggir jalan hingga cafe atau restoran. Kudapan ini ada juga yang menyebutnya dengan serabi Jakarta atau kue tete. Kok tete?
"Kue ape ini kalau orang bilang kue tete atau kue pepe, dan ini khasnya Betawi,” katanya Eko, penjual kue ape di kawasan Serpong, Tangerang Selatan beberapa waktu lalu.
Mengutip dari beberapa sumber, kue ape disebut kue tete karena bagian tengah kudapan ini memang lebih menonjol dari pingginya yang cenderung tipis, sehingga dianggap mirip payudara alias tetek atau tete.
BACA JUGA:
Nama kue ape sendiri menurut sebuah versi berawal dari percakapan antara pembeli dan penjual. Pembeli menanyakan "ini kue ape". Akhirnya tersematlah kue ape untuk jajanan tersebut. Ape dalam bahasa Betawa adalah apa.
Kue ape rasanya renyah dan manis serta aroma daun pandan.

Kue ape alias kue tete
Dulu kue ape berwarna putih karena tanda diberi pewarna makanan, namun sekarang kue ape identik dengan hijau, meski juga ada yang kuning dan merah muda.
Eko mengungkapkan cara bikin kue ape. Bahan utamanya adalah tepung beras, gula, santan, dan gula. Kemudian ditambah perasa dan aroma daun pandan.
BACA JUGA:
“Semua diaduk lalu terakhir diberi tepung beras karena kalau diberikan diawal, olahannya enggak akan bisa padat,” ujarnya.
Kue ape sebaiknya dibuat tidak tebal karena adonan kue mudah sekali hancur atau gosong. Kemudian adonannya harus diaduk terus agar tidak mengeras.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.