SEBUAH kampung unik berada di Banyumas, Jawa Tengah. Namanya adalah Desa Cikakak yang memperlihatkan potret keseharian warga yang tidak biasa.
Pasalnya, ada ratusan monyet liar yang hidup berdampingan dengan mereka di desa yang terletak di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah ini.
Letak desa yang tidak jauh dari hutan, bisa jadi salah satu faktor yang memudahkan monyet-monyet ini turun ke permukiman warg untuk mencari makan.
Menariknya tak sekadar hidup berdampingan, beberapa masyarakat di desa itu bahkan kerap memberi makanan ke kawanan monyet ini.

(Foto: IG/@maz.yats_)
“Iya pak biar enggak kelaparan, kasihan. Setiap hari kan harus makan ya,” kata seorang wanita paruh baya, yang tak diungkap identitasnya, seperti dikutip dari channel YouTube Tedhong Telu, Sabtu (14/10/2023).
Tidak dengan makanan khusus, para monyet ini kadang diberi pakan oleh masyarakat sekitar dengan nasi atau mie instan. Kendati keberadaan monyet ini kadang mengganggu, karena kerap merusak barang-barang warga, namun mereka kadang merasa iba dan tetap memberi pakan pada monyet-monyet tersebut.
Berdasarkan penuturan wanita lain, para monyet ini berperilaku destruktif saat musim kemarau tiba atau ketika mereka sedang kelaparan.
(Foto: IG/@ekowibowoysn)
“Satu minggu sekali pasti ada yang kasih makan, seperti jagung, kacang, singkong, atau pisang,” lanjut wanita tersebut.
Masjid bersejarah
Selain keunikkan dari kawanan monyet yang tinggal berdampingan dengan masyarakat sekitar, saat berkunjung ke desa ini Anda akan menemukan sebuah masjid kuno.
Masjid ini bernama Masjid Jami' Baitussalam, atau yang lebih dikenal sebagai Masjid Saka Tunggal. Disebut dengan Masjid Saka Tunggal dikarenakan tiang penyangga atap masjidnya hanya ada satu tiang atau tunggal.
Makam Keramat Kiai Mustholih
Kiai Mustholih atau yang lebih akrab disapa Mbah Tholih merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam yang ada di Desa Cikakak. Ia juga pendiri dari Masjid Saka yang ada di desa tersebut.