4. Jaga earbud dalam volume yang aman
Gangguan pendengaran akibat earbud 100 persen dapat dicegah. Kamu hanya perlu memastikan volumenya tidak terlalu keras.
Pernahkah kamu bertanya-tanya, seberapa keraskah itu terlalu keras? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita akan membahas secara singkat tentang desibel (dB). Ini adalah ukuran yang digunakan untuk menentukan seberapa keras suara dan apakah suara tersebut aman atau dapat memengaruhi pendengaran Anda.
Sebelum mengetahui ukuran yang tepat, kamu harus mengetahui terlebih dahulu tentang desibel. Ketika telinga terkena tingkat desibel yang tinggi, tekanan yang dihasilkan dapat merusak telinga.
Kisaran desibel berkisar dari 0 dB (kedengarannya sangat pelan sehingga kami tidak dapat mendengarnya) hingga 140 dB (kedengarannya sangat keras sehingga menimbulkan rasa sakit). Mendengarkan sesuatu yang melebihi 85 dB dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen.
Untuk itu, bagi orang dewasa usahakan volume earbud Anda antara 60 dB dan 85 dB. Namun, telinga anak-anak tentu lebih sensitif. Maka, volume maksimal untuk anak-anak kurang dari 82 dB.
5. Beristirahat secara teratur
Jangan lupa untuk mengistirahatkan telinga Anda dari penggunaan earphone. Karena bakteri dan jamur suka tumbuh di tempat yang gelap dan lembab, mencabut earbud juga memberikan kesempatan bagi saluran telinga untuk mengeluarkan udara sehingga mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.
Selain itu, melepas earphone memberi kesempatan untuk mendengar apa yang terjadi di dunia dan berinteraksi dengan orang lain.
(Leonardus Selwyn)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.