Lantas, apa sih AHA dan BHA itu? Keduanya disebutkan memberikan keajaiban pada kulit, melalui proses pengelupasan kulit.
1. Alpha Hydroxy Acid (AHA)
Asam AHA umumnya disebutkan berasal dari zat alami seperti tebu, almond, dan bahkan anggur. Ada ikatan dalam AHA yang dapat menyatukan sel-sel kulit, termasuk kulit kusam dan mati yang muncul di permukaan. AHA sendiri fungsinya bekerja untuk memecah atau melelehkan "lem" antara sel-sel kulit agar mendorong proses pelepasan kulit secara alami, yang mana proses ini mungkin tidak bisa benar-benar dilihat tetapi kita akan segera dapat melihat dan merasakan betapa halusnya kulit wajah.
Efek AHA dapat dirasakan pada lapisan atas kulit, yang berarti AHA ini ideal untuk masalah kulit di tingkat permukaan seperti tanda jerawat, pigmentasi, dan tekstur kulit yang tidak rata. Dengan penggunaan skincare dengan AHA jangka panjang, disebutkan bisa sebagai pencegahan timbulnya bintik-bintik noda pada wajah. Selain itu, molekul yang membentuk AHA merupakan asam yang larut dalam air, membuatnya cocok untuk digunakan si pemilik kulit kering dengan meningkatkan kadar air. AHA juga baik untuk kulit yang rusak akibat paparan sinar matahari dan juga bisa meremajakan kulit karena terjadinya penuaan kulit.
2. Beta Hydroxy Acid (BHA)
Nah, jika AHA baik untuk si kulit kering, di sisi lain, BHA lebih baik digunakan bagi para pemilik jenis kulit yang lebih berminyak karena BHA ini adalah asam yang menyukai minyak. Sehingga menjadikan BHA secara efektif merawat komedo dan komedo, membuat kulit wajah jadi lebih bersih.
Namun jika merasa khawatir soal pemakaian BHA terhadap kulit sensitif, tenang! BHA disebutkan hadir dengan sifat anti-inflamasi dan anti-bakteri yang akan membantu menenangkan kemerahan pada kulit. BHA ini dapat melewati pori-pori yang tersumbat dengan melarutkan sebum dan kulit mati yang sering menyebabkan bintik-bintik pada kulit. Jika AHA fokus pada pengelupasan lapisan permukaan kulit, beda dengan BHA yang menembus lebih dalam.
(Endang Oktaviyanti)