Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Nyai Balau, Wanita Sakti Mandraguna Suku Dayak Pemilik Selendang Maut

Cita Zenitha , Jurnalis-Sabtu, 30 September 2023 |08:02 WIB
Kisah Nyai Balau, Wanita Sakti Mandraguna Suku Dayak Pemilik Selendang Maut
Ilustrasi Gadis Suku Dayak, Kalimantan (Foto: IG/@jajago.keliling.indonesia)
A
A
A

Nyai Balau kemudian mengajak Tumenggung Kanyapi dan warga Lewu Tewah pergi ke Juking Sopang. Sesampainya di sana, ia meminta Antang untuk mengakui kesalahannya menuntut permintaan maaf.

Antang yang sombong justru memberikan serangan ke arah Nyai Balau menggunakan mandau.

Nyai Balau pun membalas serangan itu dengan melemparkan selendangnya ke arah Antang. Seketika Antang tersungkur ke tanah.

Orang Suku Dayak

Pria Suku Dayak (Foto: ANTARA)

Perdamaian yang diajukan Nyai Balau ditolak mentah-mentah oleh Antang. Sebab, dia ogah membayar denda adat kepada Nyai Balau karena telah menghabisi nyawa putranya.

Pertarungan sengit pun tak terelakkan. Muak dengan kesombongan Antang, akhirnya Nyai Balau kembali melemparkan selendang saktinya itu hingga membuat Antang meregang nyawa. Alhasil, dendam Nyai Balau atas kematian putranya pun terbalaskan.

Hingga hari ini, Nyai Balau pun menjadi sosok kebanggaan masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

(Rizka Diputra)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement