TAK jarang saat bangun tidur kita merasakan sakit atau pegal di tubuh. Padahal di sisi lain, sudah merasa tidur cukup dan nyenyak.
Jika kondisi ini didiamkan terus menerus, tentunya akan mempengaruhi aktivitas sehari-hari, modd atau perasaan hati dan bisa berimbas pada kinerja aktivitas dan mobilitas sehari-hari.
Dari segi medis, tubuh pegal atau sakit ketika bangun tidur ini disebabkan oleh sejumlah faktor. Apa saja? Simak penjelasannya, seperti dilansir dari Sleep Foundation, Minggu (17/9/2023)
1. Posisi tidur: Tidur dalam posisi tertentu dapat menyebabkan rasa sakit. Tidur dalam posisi tengkurap juga menjadi salah satu penyebab rasa sakit. Postur tidur yang buruk atau salah juga bisa menurunkan kualitas tidur loh!
2. Kondisi tubuh: Faktor dan kondisi kesehatan tertentu dapat berkontribusi untuk merasa sakit atau kesakitan saat bangun tidur.
Ada banyak penyebab rasa sakit yang terkait dengan kondisi bangun tidur, jadi pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter.
3. Kualitas kasur: Kualitas kasur sebagai tempat tidur juga begitu berpengaruh loh! Jika kasur terlalu keras atau terlalu lunak juga berpengaruh terhadap berat badan orang yang tidur, tulang belakang bisa jadi tak sejajar dengan baik sepanjang malam. Tak heran, jika bisa bikin tubuh sakit saat bangun di pagi hari.
4. Gangguan tidur: Kurang tidur atau tidak cukup tidur tidak hanya menyebabkan nyeri pada otot dan sakit kepala, tetapi juga membuat seseorang menjadi lebih sensitif terhadap rasa sakit secara keseluruhan. Bahkan dalam beberapa kasus dapat berpotensi menyebabkan nyeri kronis.
Sebaiknya lakukan beberapa usaha pencegahan, agar tak terus menerus merasakan sakit saat bangun tidur, yakni sebagai berikut;
1. Ubah posisi tidur
2. Pakai kasur dan bantal baru yang nyaman serta berkualitas
3. Olahraga, dengan setidaknya minimal melakukan peregangan, untuk membantu mengurangi atau mencegah rasa sakit, terutama bagian leher, punggung, sendi, dan otot. Bisa coba yoga atau tai chi yang juga berguna untuk mengurangi stres.
4. Kelola stress dengan baik dengan meditasi, teknis pernapasan dalam, atau bersantai.
(Rizky Pradita Ananda)