Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ini Penyebab Obat Baru Sulit Ditemukan di Indonesia

Syifa Fauziah , Jurnalis-Jum'at, 15 September 2023 |22:30 WIB
Ini Penyebab Obat Baru Sulit Ditemukan di Indonesia
Obat baru susah ditemukan. (Foto: Freepik)
A
A
A

UNTUK menyembuhkan pasiennya, para dokter memberikan obat yang sesuai dengan kondisi penyakit yang diderita. Sayangnya ada beberapa obat dengan inovatif baru sulit ditemukan di Indonesia, misalnya untuk penyembuhan penyakit umum seperti kanker dan paru-paru. Padahal bisa jadi obat tersebut dapat meningkatkan peluang penyembuhan yang lebih besar.

Hasil studi dari Pharmaceutical Research and Manufacturers of America (PhRMA), menunjukkan ketersediaan obat baru di Indonesia hanya 9 persen atau hanya 41 dari 460 obat baru yang diluncurkan secara global selama 2012-2021. Dibandingkan negara lain di Asia bahkan Asia Tenggara, angka ini relatif kecil.

 obat

Disebutkan juga bahwa rata-rata persentase ketersediaan obat baru di negara lain di atas 20 persen. Misalnya saja Thailand (24 persen), Singapura (27 persen), Korea Selatan (33 persen), bahkan Jepang (51 persen).

 BACA JUGA:

Wakil Ketua International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) Evie Yulin menjelaskan, penyebab sulitnya obat dengan inovatif baru masuk ke Indonesia karena regulasi penerbitan nomor izin edar yang butuh waktu lama.

“Selain itu juga karena ketidakjelasan regulasi dan terbatasnya akses dari industri ke pasar,“ papar Evie kepada media baru-baru ini.

Alasan lainnya karena rendahnya permintaan pasar terkait prevalensi obat. Menurut Evie banyak masyarakat lebih memilih melakukan pengobatan di luar negeri.

Sebenarnya secara ekonomi, tingginya minat pasien berobat ke luar negeri itu merugikan negara. Sebab akan kehilangan pendapatan dari pariwisata medis yang mencapai 12-48 miliar dolar.

“Belum lagi peluang munculnya obat palsu yang dijual secara daring atau praktik impor ilegal," sambungnya.

Ketidaktersediaan obat baru dan inovatif tentunya juga berdampak pada kesehatan masyarakat. Mereka yang seharusnya bisa diobati sejak dini dengan obat yang tepat juga akhirnya terhambat.

 BACA JUGA:

“Saat ini baru 1 persen obat baru yang tersedia di Indonesia sejak obat itu diluncurkan secara global. Rata-rata obat baru untuk kanker dan penyakit langka baru tersedia di Indonesia 3-4 tahun sejak diluncurkan,” tuturnya.

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement