Meski begitu, kejadian ini membuat wisata di Gunung Bromo pun ditutup sementara dan mengakibatkan kerusakan parah pada destinasi ini.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang memperkirakan setidaknya 500 hektare lahan di kawasan wisata Gunung Bromo yang terdampak kebakaran.
Selain itu, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB-TNTBS) selaku pengelola juga menyebut, perlu waktu cukup lama untuk mengembalikan ekosistem lingkungan pasca kebakaran. Terpenting dari ekosistem yang ada, terutama flora atau tanaman itu bisa terkena hujan.

Sementara untuk mengembalikan ekosistem lain yang rusak pascakebakaran, mereka bakal kembali menanam beberapa tanaman pohon endemik atau yang tidak dijumpai di daerah lain.
Beberapa tanaman seperti pohon cemara gunung, kesek, tutuk, hingga tanaman mentigi yang biasanya hidup di antara ketinggian 1.500 - 2.400
Mdpl.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.