MENDENGKUR atau ngorok seringkali dialami masyarakat saat tidur. Kondisi ini sering kali dianggap suatu kebiasaan buruk yang dapat mengganggu orang lain secara tidak disengaja.
Alhasil tidak sedikit masyarakat yang menganggap kebiasaan tersebut adalah hal sepele. Namun, tahukah Anda bahwa sebetulnya dari kebiasaan mendengkur bisa menjadi suatu pertanda bahwa seseorang mengalami gangguan kesehatan?
Menurut laman Cleveland Clinic, Kamis (7/9/2023). Mendengkur dapat meningkatkan risiko masalah jangka panjang seperti hipoksia, sulit berkonsentrasi, kelelahan, serangan jantung, tekanan darah tinggi, serta diabetes tipe 2.

Hal itu terjadi karena adanya penyumbatan di saluran napas yang membuat beberapa jaringan bergetar dan membuat satu sama lain bergerak saat di udara melalui langit-langit (belakang mulut), amandel, kelenjar gondok, dan lidah.
Getaran tersebut akan menimbulkan suara gemuruh dan berderak yang kita kenal sebagai mendengkur. Gejala yang ditimbulkan pun cukup bervariatif bisa dikarenakan kelelahan, sakit kepala, merasa murung atau mudah tersinggung, mengalami kesulitan fokus, dan bangun dengan keadaan tenggorokan kering atau sakit.
Selain itu, mendengkur juga seringkali dikaitkan dengan kondisi sleep apnea, padahal sebetulnya mendengkur tidak selalu berarti sleep apnea. Mendengkur adalah gejala apnea tidur yang umum, namun ada banyak alasan lain mengapa orang mendengkur.