Di sisi lain, kejadian kasus perubahan bola mata ini ternyata bukan hal pertama kalinya terjadi di dunia. Pada 2021 seorang pria berusia 20 tahun di India juga pernah melaporkan hal yang sama, bahwa dirinya mendapat efek samping perubahan bola mata ketika usai mendapatkan pengobatan favipiravir.
Sehingga dokter saat itu meminta dirinya untuk menghentikan penggunaan obat tersebut, dan satu hari setelahnya mata pria itu kembali normal seperti biasa.
Para peneliti di AS pun menanggapi bahwa obat favipiravir yang dilakukan sebagai terapi Covid-19 itu memang telah teruji secara klinis. Akan tetapi, belum disetujui oleh Food and Drug Administration.
(Leonardus Selwyn)