Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Viral! Mata Bayi di Thailand Berubah Warna Gegara Pengobatan Covid-19

Chindy Aprilia Pratiwi , Jurnalis-Kamis, 07 September 2023 |08:00 WIB
Viral! Mata Bayi di Thailand Berubah Warna Gegara Pengobatan Covid-19
Warna mata berubah akibat pengobatan Covid-19. (Foto: Freepik.com)
A
A
A

SEORANG bayi laki-laki berusia enam bulan asal Thailand, baru saja mengalami perubahan pada bola matanya. Bola matanya berubah dari semula berwarna cokelat tua menjadi warna kebiruan cerah.

Kabar tersebut diketahui melalui laman New York Post, Kamis (7/9/2023). Bayi yang sebelumnya mengalami demam dan batuk selama satu hari itu didiagnosis terkena Covid-19. Sehingga pengobatan berupa antivirus favipiravir pun diberikan untuk anak-anak yang mengalami Covid-19 dengan gejala ringan hingga gejala sedang.

Namun yang mengejutkan, setelah 18 jam obat itu diberikan kepada sang bayi menyebabkan perubahan pada bola matanya. Sehingga ibu bayi itu langsung menghubungi fasilitas kesehatan untuk meminta tim medis yang memberikan pengobatan kepada putranya itu dihentikan.

Covid-19

Setelah kurang lebih lima hari pengobatan dihentikan, bola mata bayi tersebut ternyata perlahan kembali ke kondisi semula. Setelah diperiksa oleh dokter ternyata tidak ditemukan endapan berwarna biru yang diduga terdapat pada permukaan iris.

Dari permasalahan itu para ahli pun belum bisa memberikan kepastian bahwa mengapa obat antivirus favipiravir dapat menyebabkan perubahan warna. Peneltian sebelumnya juga mengatakan adanya hubungan langsung antara konsentrasi favipiravir dengan intensitas fluoresensi, khususnya pada rambut dan kuku manusia.

Meski demikian, bayi laki-laki berusia enam bulan itu diketahui tidak mengalami gangguan penglihatan akibat Covid-19. Namun, obat favipiravir telah tercatat sebagai obat yang menyebabkan perubahan warna kornea.

Di sisi lain, kejadian kasus perubahan bola mata ini ternyata bukan hal pertama kalinya terjadi di dunia. Pada 2021 seorang pria berusia 20 tahun di India juga pernah melaporkan hal yang sama, bahwa dirinya mendapat efek samping perubahan bola mata ketika usai mendapatkan pengobatan favipiravir.

Sehingga dokter saat itu meminta dirinya untuk menghentikan penggunaan obat tersebut, dan satu hari setelahnya mata pria itu kembali normal seperti biasa.

Para peneliti di AS pun menanggapi bahwa obat favipiravir yang dilakukan sebagai terapi Covid-19 itu memang telah teruji secara klinis. Akan tetapi, belum disetujui oleh Food and Drug Administration.

(Leonardus Selwyn)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement