ALIS yang tipis sering kali membuat para pemiliknya, terutama kaum wanita jadi merasa kurang percaya diri, karena membuat wajah menjadi terlihat kurang tegas dan samar. Selain itu ini artinya, jika bepergian ke luar rumah maka harus menggambar alis terlebih dahulu agar tampilan dirasa lebih menarik.
Seiring dengan kemajuan dunia kecantikan, kini banyak cara instan untuk membuat tampilan alis tipis jadi tebal dalam seketika. Salah satunya yang sedang tren saat ini contohnya treatment brow lamination.
Brow lamination atau teknik laminasi alis awalnya dipopulerkan di Rusia, yaitu salah satu treatment yang digunakan untuk mempertebal alis, dengan membuat gambar serta membentuk alis menjadi lebih cantik natural dan bisa awet bertahan hingga beberapa waktu. Sehingga, seseorang tidak perlu lagi pusing untuk berdandan membuat alis setiap saat.
BACA JUGA:
“Brow lamination adalah treatment untuk menciptakan bushy brow, sehingga dapat membuat alis yang tipis menjadi tampak lebih tebal dan tegak teratur seperti telah menggunakan brow gel,” ucap Amber Harrison, ahli alis dari Brow Envy, dikutip dari Journal Sociolla, Senin (28/8/2023)
Ya, laminasi atau laminating yang lekat dengan imej laminasi pada kertas. Kini bisa dilakukan juga untuk tampilan alis. Kemunculan tren melaminasi alis jadi gebrakan baru, yang bahkan diprediksikan kemungkinan bisa menggeser popularitas sulam alis.
Treatment brow lamination sendiri, terdiri dari langkah pertama dengan konsultasi pada ahli untuk memilih dan menentukan bentuk alis yang diinginkan sesuai dengan karakter wajah. Kemudian alis akan diaplikasijkan serum agar bulu-bulu alis lebih tebal, lurus, lembap, sehat, dan teratur.
Selanjutnya, , alis akan ditutup memakai semacam plastik wrap agar membuat penyerapan serum lebih optimal. Kurang lebih proses laminasi alis akan berlangsung selama kurang lebih 50 menit.
Secara medis, treatment seperti brow lamination ini, dikutip dari Healthline disebutkan n tidak menimbulkan potensi efek terlalu berbahaya jika dibandingkan operasi alis, tato, dan yang lainnya.
Meski demikian, tetap ada efek samping yang perlu diantisipasi seperti kemungkinan besar kulit akan iritasi karena disebabkan adanya bahan kimia yang digunakan. Selain itu, tidak menutup kemungkinan bahwa akan timbul pembengkakan, kemerahan, gatal, benjolan, bahkan pengelupasan pada area bawah atau atas alis dan menyebar ke kelopak mata.
"Risiko lain yang lebih serius adalah kerusakan mata. Hal ini dapat terjadi jika bahan kimia yang digunakan mengenai mata selama prosedur berlangsung," kata dr. Cynthia Cobb, DNP.
Maka dari itu, umumnya treatment ini kurang disarankan untuk seseorang yang menderita kulit sensitif, rosacea, eksim, dan riwayat dermatitis.
(Rizky Pradita Ananda)