PENGEMBANGAN anak usia dini yang berkualitas menjadi investasi utama dalam tercapainya generasi emas Indonesia 2045. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah anak usia dini di Indonesia diperkirakan sebanyak 30,73 juta jiwa pada 2022.
Ini artinya fenomena bonus demografi penting untuk dioptimalkan. Sebab di usia inilah, pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, sosial dan emosional anak berkembang paling pesat. Sehingga, bila tumbuh kembang anak pada periode ini maksimal, mereka akan tumbuh menjadi generasi yang maju di masa depan.
Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi menekankan pentingnya memberikan dukungan optimal bagi anak. Mulai dari pemenuhan nutrisi hingga stimulasi yang tepat untuk mendukung tumbuh kembangnya.

”Beragam permainan stimulasi di Festival Anak Generasi Maju dapat memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan dan mengasah kemampuan berpikir cepat, berani, dan memiliki fisik yang kuat sekaligus semangat pantang menyerah yang dapat bermanfaat untuk masa depannya agar menjadi generasi maju," tutur Anna dalam siaran pers Festival Anak Generasi Maju, Jumat (11/8/2023).
Misalnya, pada area kendali pesawat, kemampuan berpikir cepat, anak dapat diasah dengan menyusun balok bertingkat, menyusun potongan puzzle dan permainan digital mencocokkan bentuk dan pola pesawat.