Contoh interval training
Terdapat beberapa metode atau contoh interval training yang bisa kamu coba, berikut adalah contoh interval training
1. Metode tabata
Tabata adalah salah satu jenis interval training yang paling populer. Kamu bisa menerapkan tabata saat squat jump, yaitu posisi berdiri tegap, lalu jongkok, dan setelah itu langsung melompat. Lakukan gerakan ini selama 20 detik dan 10 detik istirahat. Ulangi rangkaian gerakan tersebut sebanyak 8 kali.
2. Kardio
Jenis latihan interval kardio memang memiliki durasi yang lebih lama, tapi banyak lebih banyak membakar kalori dan memelihara kesehatan sistem kardiovaskular. Kamu bisa melakukan lompat tali, yaitu melompat menggunakan dua kaki dengan agak cepat selama lima menit. Kemudian, istirahatlah dengan tetap melompat dan menurunkan kecepatan lompatan selama dua menit. Ulangi rangkaian gerakan ini sebanyak lima sampai delapan kali.
3. Full body
Interval training satu ini cocok bagi siapa saja, khususnya pemula. Bentuk interval training ini lebih efektif daripada sesi kardio yang panjang dan lebih ideal untuk menurunkan berat badan serta mengencangkan otot.
Biasanya latihan ini disebut full body workout, yaitu gabungan beberapa gerakan yang melibatkan seluruh tubuh secara bergantian dalam hitungan yang sama.
Sebagai contoh, kamu melakukan gerakan burpee, squat, dan mountain climber bergantian masing-masing selama dua menit dan beristirahat 30 detik di setiap pergantian gerakan.
4. Angkat beban
Interval training juga bisa menggunakan alat beban seperti dumbel atau kettlebell untuk meningkatkan kekuatan otot, kepadatan tulang, dan melatih otot jantung Anda. Untuk pemula, sebaiknya berlatih angkat beban secara bertahap dan mengikuti arahan trainer atau pelatih profesional.
Demikian informasi dan penjelasan mengenai pengertian interval training, manfaat, teknik dan contoh latihan, yang bisa kamu coba di rumah.
(Endang Oktaviyanti)