SEJARAH panjang yang dilalui Indonesia menyisakan banyak cerita bermakna. Terlebih di negeri ini dulu banyak berdiri kerajaan dengan segala kemegahannya yang membuat Indonesia memiliki segudang peninggalan sejarah, salah satunya adalah candi.
Ada satu dari seribu candi yang berdiri megah yang mampu memikat para wisatawan karena memiliki pemandangan yang menawan, yaitu Candi Gedong Songo. Selain menjadi salah satu destinasi wisata di Jawa Tengah, candi ini merupakan benda cagar budaya yang memiliki jejak sejarah.
1. Awal mula ditemukan
Melansir laman Native Indonesia, Candi ini pertama kali ditemukan oleh Loten pada 1740. Kemudian seorang bangsawan asal Inggris, Raffles, menemukan 7 buah candi pada tahun 1804 dan ia menyebutnya sebagai Gedong Pitu.
Candi tersebut merupakan peninggalan budaya Hindu dari zaman Wangsa Syailendra abad ke-9 (tahun 927 masehi).
Memiliki nama asli Candhi Gedhong Sanga yang artinya sembilan bangunan candi. Namun saat ini diketahui hanya terlihat sekitar lima candi saja di kompleks ini. Satu bangunan Candi yang berada di puncak paling tinggi disebut sebagai Puncak Nirwana.

(Foto: Instagram/@zaifalliq)
2. Lokasi candi
Candi Gedong Songo terletak di Dusun Darum, Kelurahan Candi, Kecamatan Bandungan, Semarang. Candi ini ternyata letaknya berada di ketinggian 1.200 hingga 1.400 mdpl di atas lereng Gunung Ungaran dan tentunya memiliki suhu yang sangat sejuk, sekitar 19-27 derajat celsius.
3. Fungsi
Keberadaan candi yang letaknya di lereng Gunung Ungaran juga sebenarnya bukan hanya asal saja, namun sejak dulu umat Hindu percaya bahwa gunung menjadi tempat tinggal para dewa dan diyakini sebagai tempat persembahan kepada roh nenek moyang. Maka dari itu, candi ini sering dijadikan sebagai tempat pemujaan bagi umat Hindu.

(Foto: Instagram/@zaifalliq)
4. Keistimewaan
Candi Gedong Songo menyimpan keistimewaannya tersendiri dengan memunculkan akulturasi budaya. Itu tergambar dengan adanya kepercayaan kepada Parswadewata, yaitu persembahan kepada roh nenek moyang yang bersatu dengan Siwa, pada candi disimbolkan dengan Lingga-Yoni yang dikawal oleh tiga dewa (Durga, Ganesha, dan Agastya).
Sisi menarik lainnya adalah posisi candi yang diletakkan berderet dari bawah hingga ke atas perbukitan. Ada yang percaya jika posisi candi itu menggambarkan hierarki kesucian yang semakin ke atas berarti semakin suci.
Namun ada juga yang mempercayai, posisi candi menggambarkan petunjuk suatu prosesi keagamaan yang dilakukan dari candi yang letaknya di bawah hingga ke yang paling atas.