KULIT memang memiliki pelindung secara alami, pertahanan kulit terdiri dari lima komponen. Oleh karena itu, lima komponen pertahanan kulit tersebut harus dipelihara agar kulit senantiasa sehat dan tahan terhadap risiko kerusakan kulit.
Pertama microbial barrier di mana sel microbial menjaga kesehatan kulit, lalu ada physical barrier, imunological barrier dengan fungsi pertahanan tubuh pada kulit, chemical barrier dan neuro sensori barrier untuk memberi peringatan pada kulit terhadap suatu penyakit.
Dokter spesialis kulit dan kelamin Dr. dr. Fitria Agustina Sp.KK FINSDV FAADV mengatakan bahwa kesalahan dalam memakai produk perawatan kulit, misal yang lebih iritatif bisa merusak pertahanan kulit atau skin barrier.
"Kandungan skincare yang lebih iritatif, nggak usah jauh-jauh sabun aja yang tidak baik bisa mengganggu atau merusak skin barrier," kata doker spesialis dermatologi tersebut seperti dialnsir dari Antara.
Namun, lanjut Fitria, skin barrier akan rusak jika menggunakan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan kondisi kulit. Seperti misalnya sabun dengan antiseptik tinggi yang dapat membunuh sel mikrobiom dan krim dengan kandungan tertentu yang dipakai berlebihan.
"Bener kita menggunakan salicylic acid pada saat berjerawat tapi pakainya berlebihan terus dikombinasi sama yang mengandung AHA, tambahin yang retinol jadi over exfoliate, apa yang terjadi skin barrier-nya ngaco," lanjut Fitria.