Di akhir proses pembuatan sake, dilakukan proses pasteurisasi yang bertujuan untuk mematikan aktivitas khamir serta mikroba patogen yang dapat merusak sake, seperti Lactobacillus homochiochii dan Lactobacillus fructivorans.
Kedua mikroba ini dapat tumbuh pada sake yang memiliki kadar alkohol 14-16%. Proses pasteurisasi ini dilakukan pada suhu 55-65°C agar tidak menghilangkan cita rasa dan aroma pada sake.
Setelah dilakukan pasteurisasi, sake akan disimpan agar semakin matang sebab pada proses ini akan terjadi oksidasi kimia serta perubahan fisikokimia.
Beras yang menjadi alkohol atau sakr harus disimpan di tempat yang sejuk pada suhu 13-18°C untuk mencegah terjadinya perubahan cita rasa.
Nah, itu dia alasan di balik mengapa beras bisa menjadi alkohol. Pada dasarnya, memang hampir semua bahan-bahan yang mengandung karbohidrat bisa dijadikan bahan baku untuk pembuatan alkohol, salah satunya beras.
(Martin Bagya Kertiyasa)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.