SUKU Dayak yang merupakan penduduk asli di hutan Kalimantan terkenal dengan kemampuan mistisnya. Selain itu, suku ini dikenal masih memegang teguh budaya adat dan tradisi nenek moyangnya.
Tentunya banyak hal yang membuat rasa ingin tahu ini bergejolak dari suku khas dari bumi Borneo tersebut. Termasuk salah satunya adalah pantangan atau larangan yang berlaku di suku Dayak.
Ya, percaya atau tidak ada aturan yang tidak bisa diremehkan jika ingin selamat di Kalimantan khususnya bagi para pendatang yang singgah ke sana.
Lantas, pantangan apa saja yang dimaksud? Berikut ulasan mengenai pantangan yang berlaku di Suku Dayak, dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (6/8/2023).
Pantangan Suku Dayak yang wajib diketahui pelancong. (Foto:Ist)
1. Jangan main-main dengan Mandau
Mandau merupakan senjata yang dianggap keramat bagi suku Dayak. Meskipun, bentuknya seperti parang pada umumnya, senjata ini tidak bisa dipakai semaunya dan harus ada alasan khusus.
Menurut kepercayaan orang Dayak, Mandau yang keluar dari sarungnya akan memakan korban. Oleh sebab itu, bagi para pendatang jangan bermain-main dengan senjata yang satu ini.
2. Dilarang menghina patung kayu
Jika diperhatikan, di Kalimantan banyak rumah adat yang di depannya terdapat patung terbuat dari kayu. Konon, ini bukanlah patung biasa melainkan simbol untuk leluhur suku Dayak yang sudah meninggal. Larangan yang ada tentang kayu ini, jangan pernah menghina bentuknya, sekalipun dalam hati.
Ada banyak kejadian orang-orang yang menghina patung ini dan kemudian diganggu oleh makhluk halus. Gangguan ini akan terus ada sampai para penghina meminta maaf kepada pihak keluarga yang dihina.