Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jatuh pada Hari Ini, Begini Asal-usul dan Sejarah Hari Raya Galungan

Melati Pratiwi , Jurnalis-Rabu, 02 Agustus 2023 |19:30 WIB
Jatuh pada Hari Ini, Begini Asal-usul dan Sejarah Hari Raya Galungan
Ilustrasi (Foto: Instagram/@infobali.viral)
A
A
A

HARI Raya Galungan kembali dirayakan oleh umat Hindu yang jatuh pada hari ini , Rabu (2/8/2023).

Sejatinya hari besar umat Hindu ini bukan kali pertama di tahun 2023, melainkan juga sudah dirayakan pada 4 Januari 2023 lalu.

Melansir laman resmi Desa Penglumbaran, Bali, Masyarakat pemeluk agama Hindu memang merayakan Hari Raya Galungan setiap enam bulan sekali berdasarkan kalender Bali atau setiap 210 hari.

Diyakini, hari raya ini merupakan momen di mana Dharma (kebenaran) menang melawan Adharma (kejahatan).

Namun tak hanya itu saja, setiap Hari Raya Galungan datang, umat Hindu pun memperingati terciptanya alam semesta maupun isi di dalamnya.

Ilustrasi Perayaan Galungan

Ilustrasi (Foto: IG/@villacocobali)

Mereka biasanya bakal melakukan berbagai aktivitas mulai dari ibadah, penyucian diri lahir-batin, serta menyediakan sesajen bagi Sang Hyang Widhi untuk keselamatan.

Asal-usul Galungan

Masih menurut laman Desa Penglumbaran, Galungan ini asalnya dari bahasa Jawa Kuno yang punya arti bertarung. Atau, penduduk bali menyebutnya sebagai Dungulan atau menang.

Dari mitos kepercayaan umat Hindu, konon dahulu kala tinggal seorang raja angkara murka yakni Mayadenawa di Bali. Dia sangat sakti namun juga jahat.

Lantaran kesaktiannya itu, sang raja ingin agar para rakyatnya menyembah dirinya. Bahkan, raja tidak mengizinkan rakyat menyembah dewa ataupun pergi ke pura guna beribadah.

Mpu Sangkul Putih, seorang pemuka agama merasa tingkah raja sudah keterlaluan. Jalan bersemedi pun dipilih demi meminta petunjuk dan hasilnya dia diharuskan pergi ke India atau Jawa Dwipa.

Perayaan Galungan

Perayaan Galungan (Foto: IG/@peradahglanggang)

Di sana, Mpu Sangkul Putih dibantu oleh Dewa Indra, sang penguasa cuaca. Setelah itu, pecahnya pertempuran antara Mpu Sangkul Putih dan Mayadenawa

Tindakan licik tak mampu juga melumpuhkan Mpu Sangkul Putih hingga akhirnya Mayadenawa pun kalah. Dari kepercayaan cerita inilah, Hari Raya Galungan akhirnya ditandai sebagai kemenangan melawan kejahatan.

(Rizka Diputra)

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement