Dia berinisiatif mengkombinasikan kalender hijriah dan kalender saka. Hasilnya, muncul lah kalender Jawa yang dimulai dari bulan pertama bernama Siro.
Dua kalender ini digabungkan mulai dari Jumat Legi Bulan Jumadil Akhir (bulan ke enam kalender hijriah) pada tahun 1555 Saka atau sama dengan 8 Juli 1633 Masehi. Setelah disatukan akhirnya hadir satu suro sebagai hari pertama kalender Jawa bulan Suro, yang mana bertepatan dengan 1 Muharram (tahun baru Islam).
"Dari Sultan Agung inilah kemudian pola peringatan tahun Hijriah dilaksanakan secara resmi oleh negara, dan diikuti seluruh masyarakat Jawa, ungkap Muhammad Solikhin dalam Misteri Bulan Suro, Perspektif Islam Jawa, dikutip dari Indonesia Kaya, Selasa (18/7/2023).
Penamaan Bulan Suro sendiri diyakini mengambil dari kata bahasa Arab 'Asyura' atau yang berarti sepuluh. Maksudnya, sepuluh disini adalah tanggal 10 bulan Muharram, dimana pada waktu tersebut terjadi tragedi Sayyidina Husein, cucu Nabi Muhammad meninggal dunia di Karbala.
Itulah alasan kenapa satu suro begitu lekat dengan Tahun Baru Islam dan bahkan tanggalnya pun bertepatan.
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.