Karena itulah masyarakat Jamblang mencoba memutar otak agar bekal nasi mereka tidak cepat basi.
Ide brilian pun muncul, yakni mereka membungkus nasi dengan menggunakan daun jati. Dengan demikian ternyata nasi yang dibawa sebagai bekal bisa bertahan hingga tiga hari.
Hal ini terjadi karena daun jati memiliki pori-pori yang dapat membantu menjaga kualitas nasi agar tetap baik dalam waktu yang lama.
Nasi Jamblang (Foto: menukuliner.net)
Inovasi ini akhirnya ditiru oleh banyak orang. Bahkan nasi jamblang kerap dijadikan bekal bagi para pejuang Tanah Air. Tak hanya itu saja, masyarakat juga mulai menjual nasi jamblang di pasar-pasar.
Nasi jamblang yang dijual di pasaran biasanya disajikan dengan berbagai macam lauk, seperti sambal goreng, semur ati, ikan goreng, telur dadar, ikan asin, dan lain-lain.
Demikian informasi mengenai sejarah dan mengapa disebut nasi jamblang. Semoga informasi tersebut bisa menambah wawasan Anda.
(Rizka Diputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.