SELAMA perayaan Idul Adha kemarin banyak orang kurban kambing dan sapi. Sehingga banyak orang menikmati dan menyantap aneka olahan daging kambing.
Nah, Anda mungkin sering mendengar klaim soal bahaya makan daging kambing lantaran menyebabkan darah tinggi atau hipertensi.

Lantas, klaim tersebut mitos atau fakta?
Mitos ini memang seringkali muncul saat Idul Adha lantaran banyak yang mengonsumsi daging kambing. Menurut dokter Adam Prabata, sampat saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa makan daging kambing yang tidak berlebihan alias dalam jumlah cukup bisa menyebabkan hipertensi.
Namun Anda harus tetap berhati-hati. Pasalnya, saat mengolah daging kambing mungkin Anda menggunakan banyak garam. Nah, garam itu yang justru bisa meningkatkan risiko hipertensi.
Tak perlu khawatir jika Anda mengonsumsi daging kambing dalam jumlah yanh cukup. Namun, perlu diperhatikan jika konsumsi daging kambingnya berlebihan dan dalam waktu lama karena salah satu penelitian mengungkap bahwa hal itu dapat meningkatkan risiko darah tinggi dan penyakit jantung.
BACA JUGA:
Secara keseluruhan, daging kambing menawarkan beragam nutrisi yang dapat bermanfaat bagi kesehatan Anda. Bahkan, daging kambing lebih unggul secara nutrisi dalam beberapa hal dibandingkan jenis daging merah lainnya dan dapat menjadi solusi untuk diet.
Karena daging kambing tidak berlemak, ini merupakan sumber protein yang bagus dengan kalori lebih sedikit sehingga bermanfaat bagi orang yang ingin menurunkan berat badan
Daging kambing sangat bergizi dan merupakan sumber protein hewani yang lebih rendah kalori dan lemak jenuh. Daging kambing juga memasok zat besi dan vitamin B12.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.