HARI Vitiligo Sedunia dirayakan pada 25 Juni setiap tahunnya. Di momen spesial ini, orang dengan vitiligo atau biasa disebut vitiligan melakukan aksi 'Selflove Movement' yang mencuri perhatian.
Adalah membuat sejumlah surat cinta untuk masyarakat. Pesan di dalam surat cinta itu berisikan pernyataan edukatif, termasuk mengklarifikasi beberapa stigma yang diberikan kepada vitiligan.

Tema dari aksi ini adalah 'Small Movement for Big Movement'. Dilakukan oleh teman-teman vitiligan dari Jabodetabek.
"Gerakan ini menjadi aktivitas pertama kali yang dilaksanakan setelah 3 tahun program diluncurkan," ungkap Ron Pirolo selaku Founder dan Direktur PT Regenesis Indonesia, menurut keterangan resmi yang diterima MNC Portal, belum lama ini.

Lebih lanjut soal isi surat cintanya, dijelaskan Gita Yohanna Thomdean selaku Corporate Brand Manager Regenesis, surat itu berisi pernyataan edukatif terkait dengan penyakit vitiligo.
Selain itu, lewat surat cinta ini ditekankan bahwa vitiligo bukanlah penyakit menular atau penyakit kutukan seperti stigma masyarakat.
"Dengan menyebarkan surat cinta ini, kami berharap masyarakat dapat lebih memahami apa itu vitiligo dan dengan begitu mereka bisa menjadi support system yang baik bagi vitiligan," ungkap Gita.
"Pada akhirnya, tidak ada lagi diskriminasi bagi para vitiligan. Itu harapan terbesar dengan adanya aksi sebar surat cinta ini," tambahnya.

Liana, seorang vitiligan yang juga makeup artist profesional bercerita kalau lewat aksi semacam ini, bukan hanya berdampak pada orang lain bahwa mereka semakin tahu soal vitiligo. Tapi, lebih dari itu, aksi bikin surat cinta ini jadi penyemangat dirinya sendiri.
"Ya, dengan adanya aksi Selflove Movement ini sangat memberi penyemangat, karena bagian dari bentuk perhatian kepada para vitiligan," ucap Liana.
Di sisi lain, Salindri Sanggita mengaku terharu bisa merayakan Hari Vitiligo Sedunia dengan cara edukatif seperti ini.