PRIA berbobot 300 kilogram asal Kota Tangerang, Muhammad Fajri (26) telah meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta Pusat. Ia disebut RSCM meninggal akibat mengalami syok septik. Ini terjadi karena berbagai komplikasi infeksi berat sebelumnya.
Lalu, apa itu syok septik?

Dilansir dari NHS, syok septik adalah kondisi yang terjadi ketika tekanan darah seseorang turun ke tingkat yang sangat rendah setelah infeksi dan bisa mengancam jiwa.
Syok septik merupakan infeksi yang disebabkan oleh semua jenis bakteri yang ada. Meski jarang terjadi, jamur seperti kandida dan virus juga bisa menjadi penyebabnya.
Pada awalnya, infeksi dapat menimbulkan reaksi yang disebut sepsis. Gejalanya dimulai dengan tubuh jadi lemah, panas dingin, detak jantung dan pernapasan yang cepat.
Sementara, saat sepsis berubah menjadi syok septik, seseorang mungkin mengalami gejala tambahan. Mulai dari tekanan darah sangat rendah, keluaran urin sedikit atau tidak ada, palpitasi jantung, hingga anggota tubuh yang dingin dan pucat.
Jika tidak diobati, racun yang dihasilkan oleh bakteri dapat merusak pembuluh darah kecil, menyebabkan kebocoran cairan ke jaringan di sekitarnya.
Hal ini dapat mempengaruhi kemampuan jantung seseorang untuk memompa darah ke organnya, sehingga menurunkan tekanan darah dan berarti darah tidak mencapai organ vital, seperti otak dan hati.
Sub Koordinator Humas RSCM, Yani Astuti mengatakan, perawatan multidisiplin itu terdiri dari dokter ahli perawatan intensif (intensivis), paru, jantung, pencernaan, syaraf, kulit, bedah pembuluh darah, gizi, rehabilitasi medik, dan tenaga kesehatan lainnya.
BACA JUGA:
"Perawatan yang sudah dilakukan yaitu terapi antibiotik untuk infeksinya, terapi alat bantu pernapasan, jantung, ginjal dan semua organ yang terganggu akibat gagal organ multiple akibat syok septik," ucapnya.

Viral Kasus Inses Ibu-Anak di Bukittinggi, Ini Bahayanya Bagi Kesehatan!