SUDAH nonton film berjudul 'Midsommar' belum? Film yang tayang 2019 itu mengisahkan tentang suatu kelompok di Swedia dengan keunikannya. Kisah thriller dengan visual super estetik ini benar-benar bikin Anda geleng kepala.
Pemandangan alam yang indah, kostum yang cantik, bahkan dekorasi bertabur bunga-bunga bisa menipu Anda. Sebab, di balik itu ada scene psiko yang tak bisa ditebak.
Siapa sangka kalau apa yang terjadi di film 'Midsommar' kurang lebih sama seperti perayaan Midsummer. Tentu, adegan psiko tidak ada di dalamnya.

Ya, orang Swedia punya momen khusus bernama Midsummer yang dirayakan mulai dari 21 Juni setiap tahunnya. Secara spesifik, orang Swedia merayakan Midsummer di tahun ini pada Jumat, 23 Juni 2023.
Di momen itu, para wanita akan tampil cantik lengkap dengan mahkota bunga, sementara prianya tampil gagah bak penguasa wilayah. Rumah serta halaman belakang akan bertabur bunga warna-warni yang cantik.

Bahkan, ada semacam tiang yang ditempatkan di tengah lapang di mana di sana para warga akan menari dan bernyanyi bersama mengitari tiang itu. Tiang pun akan dihias dengan dedaunan dan bunga cantik. So pretty.
Apa yang sebenarnya terjadi di Midsummer atau perayaan festival musim panas ala Swedia ini?
Dijelaskan Perwakilan Kedutaan Besar Swedia untuk Indonesia, Walter Tamm, Midsummer mulai dirayakan pada 21 Juni. Ini adalah salah satu perayaan penting di Swedia.
"Tradisi Midsummer ini menandai datangnya musim panas dan biasanya diadakan pada hari terpanjang dalam setahun," jelas Walter saat ditemui langsung di IKEA Alam Sutera, Tangerang Selatan, Selasa (20/6/2023).

Acara ini secara garis besar adalah 'pesta rakyat' untuk merayakan hasil panen. Makanya, dirayakan dengan berkumpul bersama keluarga atau sahabat sambil menikmati ragam hidangan tradisional ala Swedia.
Midsummer dirayakan juga sebagai simbol kesuburan, itu kenapa ada mahkota bunga di perayaan ini. Selain itu, masyarakat Swedia juga akan berdansa, memasang kembang api, dan tentunya makan bersama yang mana semuanya dilakukan di luar rumah.
"Di Swedia, mulai dari 21 Juni matahari bersinar 24 jam lamanya. Jadi, aktivitas seperti berdansa, bernyanyi, makan dan minum bareng bisa dilakukan di luar rumah," cerita Walter.
Sadar atau tidak, matahari bersinar 24 jam non-stop juga ada di scene film 'Midsommar' dan ternyata itu bukan karangan belaka. Sebab, pada kenyataannya, warga Swedia bisa merasakan hidup dalam kondisi terang seharian.
Apa saja makanan yang disajikan?
Hal yang cukup penting dalam perayaan Midsummer ala Swedia adalah munculnya menu makanan bernama pickled herring. Panganan khas Swedia itu biasanya disantap bersamaan dengan kentang segar, daun chives, dan krim asam.
"Menu pickled herring terbuat dari ikan yang punya rasa unik. Kalau suka dengan rasanya, Anda akan benar-benar menyukainya, tapi kalau tidak, benar-benar akan bilang itu makanan gak enak," ungkap Walter.

Lalu, ada juga minuman beralkohol yang diberi nama 'Snaps'. Minuman tersebut ditenggak selagi anggota keluarga atau sahabat bernyanyi dan berdansa bersama. Beberapa orang akan memadati maypole atau tiang yang dibuat khusus untuk Midsummer.
Di Indonesia sendiri, IKEA coba membawa tradisi ini tentu dengan penyesuaian budaya. Menu makanan Midsummer yang akan dihadirkan di 7 store IKEA seluruh Indonesia itu tentunya authentic atau khas Swedia.
"Mulai dari appetizer ada salad bar hingga mushroom soup. Kemudian main course ada hidangan ayam, meatball ala Swedia, dan slow roasted beef with BBQ atau Black Pepper sauce," papar IKEA Food Commercial Manager, Ditha Astari Putri.
Tak hanya makan, pengunjung juga bisa meramaikan Midsummer ala Swedia di Indonesia dengan mengikuti workshop pembuatan flower crown.
"Kami coba hadirkan perayaan Midsummer ala Swedia dengan cara yang seru dan menurut kami ini akan cocok menjadi momen mempererat keluarga dan orang terkasih," jelas PR and Communication Manager IKEA Indonesia Ririn Basuki.
Mitos di perayaan Midsummer Swedia
Secara umum, ada 4 mitos atau kepercayaan yang terikat dalam perayaan Midsummer ala Swedia ini. Apa saja?
Pertama, ada kepercayaan di masyarakat Swedia bahwa ketika merayakan Midsummer dan di pagi harinya Anda telanjang bulat lalu mengitari rumah, itu akan membuat tubuh lebih sehat.

Mitos berikutnya adalah siapa saja yang menyimpan flower crown yang dibuat di momen Midsummer dan tetap awet sampai Natal datang, itu akan membawa keberkahan dan kesehatan.
Selain itu, mitos yang dipercaya masyarakat adalah menaruh 7 bunga di bawah bantal. "Jadi, setiap perempuan yang menaruh 7 bunga di bawah bantal, dia akan memimpikan sosok pria dan itu adalah jodohnya," kata Walter.
Dan mitos keempat adalah beberapa orang Swedia percaya bahwa perayaan Midsummer pertama kali diilhami oleh kebudayaan kristiani. Tapi, beberapa lainnya percaya kalau ini datang dari tradisi vegan yang cukup kental di Swedia.
So, itu dia informasi lengkap soal perayaan Midsummer ala Swedia yang masih terjaga hingga sekarang. Tertarik untuk merayakannya juga?
(Helmi Ade Saputra)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.