Lakon Julini Tak Pernah Mati atau "Misteri Julini" merupakan lakon yang dikembangkan atau dielaborasi dari lakon "Opera Kecoa" karya N. Riantiarno. Dalam lakon "Opera Kecoa", Julini, tokoh utama, meninggal dunia.

Pementasan Julini Tak Pernah Mati. (Foto: dok Indonesia Kaya)
Namun di pementasan “Julini Tak Pernah Mati”, Julini ditemukan dalam keadaan masih utuh saat kuburannya digali. Keberadaannya pun menggemparkan sekaligus memunculkan polemik.
Ada yang menganggapnya sebagai orang sakti, dan ada juga yang menilainya sosok yang berbahaya dan mengancam. Hal ini dikarenakan kemunculan langsung memikat banyak pengikut dan dipuja, sehingga banyak yang mencoba memanfaatkan keajaiban Julini.
Di lain pihak, Julini hanya memiliki keinginan sederhana, yaitu bertemu kawan- kawannya dan kekasihnya. Tapi mereka semua sudah mati. Tinggal anak keturunan mereka. Julini kemudian terperangkap dalam bermacam kepentingan politik.
Ia dipuja tapi juga dihujat. Masa lalunya sebagai waria digugat. Apalagi ketika banyak orang menghubung-hubungkan masa silam Julini dengan perjalanan hidup seorang tokoh politik yang akan maju dalam pemilihan pimpinan kota. Kemunculan Julini membuka banyak kisah yang selama ini ditutupi atau disembunyikan dari sejarah.
“Selain untuk mengenang Mas Nano Riantiarno, kisah Julini yang kami angkat kali ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjalanan seni teater kita, bertumbuh dengan keberadaan Teater Koma,” ujar Agus Noor, penulis dan sutradara pertunjukan ini.