Setelah ramen ini diperkenalkan, beberapa ahli telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai potensi dampak ekologis dari metode penangkapan ikan dengan pukat dasar, serta risiko kesehatan yang mungkin timbul.
Namun, pendapat para pelanggan di restoran tersebut berbeda.
"Jika ini hanya menu spesial dan isopoda raksasa ditangkap secara tidak sengaja seperti yang diklaim pemilik restoran, maka semua orang seharusnya mencobanya jika ada kesempatan," ungkap Digell Huang (24), seorang konselor genetik.
"Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk mencicipinya," tambahnya sambil menikmati semangkuk mie dengan topping isopoda.
Namun, seorang ahli memberikan peringatan mengenai potensi risiko kesehatan, menyatakan bahwa spesies yang sebagian besar belum dikenal ini mungkin mengandung racun atau logam berat seperti merkuri.

Spesies Bathynomus jamesi baru-baru ini diakui secara resmi di Taiwan, dan terdapat sedikit informasi mengenai spesies ini, kata Huang
Ming-chih, seorang profesor bioteknologi yang mengkhususkan diri dalam invertebrata laut dalam di Universitas Nasional Tainan.
"Yang terbaik adalah melakukan lebih banyak penelitian membangun basis data yang komprehensif, dan kemudian mempertimbangkan kemungkinan mengonsumsinya. Itu akan menjadi pendekatan yang lebih baik," tambahnya.
(Salman Mardira)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.