Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Ramen Isopoda Raksasa Viral, Pengunjung Rela Antre untuk Makan dan Foto-Foto!

Farid Maulana Faqih , Jurnalis-Senin, 12 Juni 2023 |17:00 WIB
Ramen Isopoda Raksasa Viral, Pengunjung Rela Antre untuk Makan dan Foto-Foto!
Pengunjung memfoto mi ramen isopoda di sebuah restoran di Taipei, Taiwan. (Foto: CNN.com)
A
A
A

SEBUAH restoran ramen di Kota Taipei, Taiwan viral karena menyajikan mi ramen dengan toping isopoda raksasa berkaki 14. Karena penasaran, banyak orang rela antre untuk mengambil foto atau mencicipi ramen unik tersebut.

Restoran The Ramen Boy pada akhir bulan lalu meluncurkan menu edisi terbatas ramen isopoda. Mereka membuat pengumuman di media sosial dengan judul "akhirnya mendapatkan bahan impian ini". Seketika viral dan mencuri perhatian netizen.

Lebih dari 100 orang telah masuk daftar tunggu untuk menyantap ramen isopoda di restoran tersebut.

"Isopoda raksasa ini sangat menarik karena penampilannya yang imut," ujar Hu (37), pemilik restoran The Ramen Boy seperti dilansir dari CNN, Senin (12/6/2023).

 BACA JUGA:

"Untuk metode memasaknya, kami menggunakan cara yang paling sederhana, yaitu dengan mengukusnya, sehingga tidak ada kesulitan dalam proses pengolahan," kata pria itu yang hanya menyebut namanya Hu.

Restoran ini mengukus isopoda selama 10 menit sebelum menambahkannya di atas semangkuk ramen dengan kuah ayam dan ikan yang kental. Harga setiap semangkuk ramen isopoda 1.480 Dollar Taiwan atau sekitar Rp48.000.

 

Seorang pelanggan menyatakan bahwa daging isopoda raksasa memiliki rasa yang mirip dengan kombinasi kepiting dan lobster, dengan tekstur yang padat namun sedikit kenyal.

Isopoda raksasa, yang merupakan sepupu jauh dari kepiting dan udang, adalah salah satu spesies terbesar dalam kelompok krustasea, menurut NOAA Ocean Exploration di situs web mereka.

 BACA JUGA:

Biasanya, isopoda raksasa ditemukan di kedalaman laut antara 170 hingga 2.140 meter, dengan sekitar 80% populasi mereka hidup pada kedalaman antara 365 hingga 730 meter, seperti yang diungkapkan oleh Animal Planet Taiwan melalui halaman Facebook mereka.

Seorang ahli dari Taiwan mengidentifikasi spesies ini sebagai "Bathynomus jamesi," yang sering ditemukan di sekitar kepulauan Dongsha di Laut Cina Selatan. Diperkirakan bahwa isopoda raksasa ini ditangkap pada kedalaman antara 300 hingga 500 meter.

Setelah ramen ini diperkenalkan, beberapa ahli telah menyampaikan kekhawatiran mereka mengenai potensi dampak ekologis dari metode penangkapan ikan dengan pukat dasar, serta risiko kesehatan yang mungkin timbul.

Namun, pendapat para pelanggan di restoran tersebut berbeda.

"Jika ini hanya menu spesial dan isopoda raksasa ditangkap secara tidak sengaja seperti yang diklaim pemilik restoran, maka semua orang seharusnya mencobanya jika ada kesempatan," ungkap Digell Huang (24), seorang konselor genetik.

"Saya merasa sangat beruntung mendapatkan kesempatan untuk mencicipinya," tambahnya sambil menikmati semangkuk mie dengan topping isopoda.

Namun, seorang ahli memberikan peringatan mengenai potensi risiko kesehatan, menyatakan bahwa spesies yang sebagian besar belum dikenal ini mungkin mengandung racun atau logam berat seperti merkuri.

 Ilustrasi

Spesies Bathynomus jamesi baru-baru ini diakui secara resmi di Taiwan, dan terdapat sedikit informasi mengenai spesies ini, kata Huang

Ming-chih, seorang profesor bioteknologi yang mengkhususkan diri dalam invertebrata laut dalam di Universitas Nasional Tainan.

"Yang terbaik adalah melakukan lebih banyak penelitian membangun basis data yang komprehensif, dan kemudian mempertimbangkan kemungkinan mengonsumsinya. Itu akan menjadi pendekatan yang lebih baik," tambahnya.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement