"Peningkatan polutan yang dalam kategori tidak sehat, dalam jangka pendek menimbulkan iritasi saluran napas berdampak pada keluhan sakit tenggorokan, batuk-batuk, dahak, dan kadang sesak napas. Pada populasi yang sudah punya penyakit dasar seperti asma, penyakit paru kronik (PPOK), bisa terjadi peningkatan gejala, serangan/eksaserbasi dan kunjungan IGD yang meningkat," ungkap Prof Agus
Perlu diketahui, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan polusi udara hampir setiap organ dalam tubuh dapat terkena dampaknya. Sebab ukurannya yang sangat kecil, beberapa polutan udara bisa menembus aliran darah melalui paru-paru, dan beredar ke seluruh tubuh menyebabkan peradangan sistemik dan karsinogenisitas.
(Dyah Ratna Meta Novia)
Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.