Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kenapa Tabanan Dijuluki Lumbung Padi Bali?

Melati Pratiwi , Jurnalis-Selasa, 30 Mei 2023 |15:00 WIB
Kenapa Tabanan Dijuluki Lumbung Padi Bali?
Pemandangan sawah di Jatiluwuh, Tabanan, Bali. (Foto: ANTARA/Nyoman Budhiana)
A
A
A

MENGULIK alasan kenapa Tabanan dijuluki sebagai Lumbung Padi Bali. Kabupaten Tabanan memang daerah yang subur dengan tupograsi pegunungan dan pantai.

Tabanan juga menyajikan sawah-sawah terasering yang cantik memesona dan jadi daya tarik wisata. Sekitar 26,88 persen dari luas wilayah Tabanan merupakan lahan persawahan.

 BACA JUGA:

Berdasarkan jurnal berjudul 'Tabanan : Lumbung Padi Yang Tergerus Perancangan Photo Book di Yayasan Yayasan Raws Syndicate Indonesia', pertanian beras dan padi menjadi komuditas unggulan di kabupaten Tabanan.

Bukan cuman itu saja, Tabanan bahkan punya lahan sawah terluas di Provinsi Bali.

 

Produksi Padi Nomor 1 Bali

Tabanan dijuluki sebagai Lumbung Padi Bali karena produksi padinya mengalahkan kabupaten lain di Pulau Dewata.

Data daei Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali tahun 2021, produksi padi di Tabanan mencapai 169,562 ton dan produktivitasnya 5.76 ton per hektare.

Penyusutan Lahan Persawahan

Memang benar Tabanan dijuluki Lumbung Padi Bali. Tapi, tak bisa menutup mata bahwa lahan persawahan di sana mengalami penysutan.

Dari jurnal milik Retina Jurnal Fotografi, terjadi alih fungsi yang cukup masif sehingga berpengaruh terhadap luas persawahan.

 Ilustrasi

Apabila dibandingkan antara tahun 2008 dan 2018, data di BPS Provinsi Bali menunjukan di tahum 2008 luas pertanian kabupaten Tabanan menyentuh angka 22.479 ha.

Sementara itu, sepuluh tahun berselang, luasnya sudah menyusut jadi 21.089.

(Salman Mardira)

Women Okezone menyajikan berita terbaru dan terpercaya seputar dunia perempuan. Dapatkan informasi terkini tentang gaya hidup, kesehatan, karier, dan inspirasi wanita di Indonesia.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita women lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement