SIAPA tidak mengenal Pecel Lele? Kuliner yang terdiri dari ikan lele yang digoreng kering dan disajikan dengan sambal tomat dan lalapan ini cukup populer dan menjamur di berbagai daerah Indonesia.
Pecel Lele biasanya disantap bersama sepiring nasi panas dan lalapan yang terdiri dari kemangi, kubis, mentimun, hingga kacang panjang.
Namun, di balik kelezatannya, pernahkah Anda bertanya-tanya tentang sejarah Pecel Lele?
Pecel Lele merupakan makanan asal Lamongan, Jawa Timur yang sangat digemari di Pulau Jawa. Makanan satu ini kerap menjadi alternatif masakan ayam, terutama ayam goreng.
Warung Pecel Lele banyak berdiri di kota dan pinggir jalan dengan sebutan PKL, lesehan lalapan Pecel Lele dan di beberapa kampus seperti di Jawa banyak berdiri untuk melayani pelajar karena harganya tergolong murah.
Pecel Lele (Foto: iStock)
Penjual Pecel Lele biasanya merupakan warga perantauan yang berasal dari Lamongan, Jawa Timur.
Pecel Lele di beberapa daerah memiliki julukan yang berbeda-beda. Di Kabupaten Jember biasanya disebut Pecel Lele, sementara Kota Malang menyebutnya Lalapan Lele.
Biasanya penyajian Pecel Lele ini sama seperti penyajian pada ikan gurame, nila dan lainnya, yaitu sambal khas dengan aroma terasi, sayur lalapan seperti kacang panjang, timun, kemangi.